Jadwal Otak Q-ta

Seorang teman pada awal tahun 2002 pernah meminjam salah satu buku bisnis saya. Dia mengatakan ingin belajar bisnis, karena kebetulan dia lulusan dari teknologi pangan. Seminggu kemudian ketika saya kerumahnya, buku tersebut masih `utuh’ belum tersentuh, terletak diatas meja dengan sedikit debu diatasnya. Dia mengatakan bahwa minggu ini dia sibuk sekali. Mungkin pada akhir pekan dia akan mulai membaca.

Setahun kemudian ketika saya kesana, ternyata debu diatas buku tersebut bertambah tebal. Dan teman saya masih belum mempunyai waktu untuk membaca karena kesibukannya. Saya akhirnya ambil kembali buku tersebut, karena saya memang sedang membutuhkan informasi di dalamnya.

Lalu, bagaimana dengan teman saya ? Saya katakan kepadanya, bahwa seumur hidup dia TIDAK AKAN PERNAH PUNYA WAKTU untuk membacanya. Benarkah ? Atau mungkin saya yang terlalu `pelit’ untuk meminjamkan lagi buku saya kepadanya.

Setiap orang sudah punya `jadwal tetap harian’ di dalam otaknya, mulai dari bangun pagi, gosok gigi, mandi, sarapan, menstarter mobil, ke kantor, bekerja, hingga tidur malam. Pada awal teman saya tadi meminjam buku, dia berusaha memasukkan `menu baru’ ke dalam `jadwal tetap’nya.
Menu baru itu akan tetap disitu jika kita melakukan aktivitas tersebut, namun jika tidak `peringkat’nya akan terus menurun. Setelah satu tahun, peringkat menu `baca buku’ itu pasti sudah terlempar dari 100 besar. Sangatlah sulit untuk mendongkrak kembali ke urutan 10 besar jika tidak ada alasan yang sangat kuat.

Berapa banyak dari kita yang berperilaku seperti itu ? Menunda hal-hal kecil seperti membaca buku, memotong rumput, membersihkan rumah, menata lemari pakaian, dll sampai akhirnya pekerjaan tersebut tertunda terus hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Seringkali juga pekerjaan tersebut akhirnya tidak jadi dilaksanakan. Ada tiga hal yang bisa mendorong kita untuk melakukan pekerjaan yang sering tertunda tersebut, yaitu Alasan, Prioritas dan Komitmen.

Alasan, Setiap orang jika menjumpai hal baru selalu timbul satu pertanyaan di benaknya “What’s in it for me ?” Apa manfaat hal baru tersebut untuk saya? Adakah manfaat tersebut membawa saya ke kehidupan yang lebih baik? Adakah manfaat tersebut membutuhkan kerja keras? Adakah manfaat tersebut dapat dinikmati dalam jangka panjang atau pendek?

Prioritas. Merupakan urutan yang anda letakkan bagi hal baru tersebut. Anda bisa menentukan prioritas hal baru tersebut dengan menanyakan ke diri sendiri beberapa pertanyaan berikut: Seberapa penting hal baru ini dibanding dengan hal yang sudah ada? Kalaupun lebih penting, haruskah saya kerjakan sekarang ? Dapatkah hal baru ini ditunda kapan-kapan? Masa iya saya harus menunda pergi ke mall karena harus harus baca buku?

Komitmen. Merupakan urutan terakhir yg harus dilakukan ketika kita ingin berubah. Komitmen berupa kedisiplinan Anda untuk bisa berubah harus dijaga agar kita lebih menghargai dan lebih banyak melakukan tindakan2 postitif.

2 Responses

  1. Hei aLL selagi kalian msih pd ber internet ria, ikutan yg satu ini yuk.
    GRATIS ga kena biaya kok, cuma meluangkan waktu sbntar aja kok.
    Ney yah bnyak bnaget BONUS nya, bergabung dapet BONUS, Login tiap hari dpet BONUS, kenalin ke temen2 dpet BONUS lagi, pokoknya Ga nyesel deh.
    Oia ini program iklan gitu, so untuk lbih jelasnya silahkan klik LINK dibawah ini, jng LUPA yak. Ditunggu gituh…
    Thx KAWAN
    http://langkahbaru.com/?r=70610
    Inget msukin angka =>> 70610
    itu dari referal saya ;) jangan lupa masukin nomernya ya..tar juga kalian gitu..gotong royong..
    Thx KAWAN….
    coba daftar dulu aja…cobain. biar tau..ga ribet koq..pecaya de..

    hheh ngiring promosi ahh..

  2. “Wah si ayah ada yg ngajakin ikut PTC tuh… Mumpung deh, soalnya langkahbaru masih new gitu…”

Leave a Reply