<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AkudanKalian-My Life &#187; Health</title>
	<atom:link href="http://akudankalian.wordpress.com/category/health/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akudankalian.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Feb 2009 19:00:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='akudankalian.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/10a96fcecd3ca21a75642fafcaa3a685?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>AkudanKalian-My Life &#187; Health</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://akudankalian.wordpress.com/osd.xml" title="AkudanKalian-My Life" />
		<item>
		<title>Jadwal Otak Q-ta</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/08/01/jadwal-otak-q-ta/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/08/01/jadwal-otak-q-ta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 17:27:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[Otak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Seorang teman pada awal tahun 2002 pernah meminjam salah satu buku bisnis saya. Dia mengatakan ingin belajar bisnis, karena kebetulan dia lulusan dari teknologi pangan. Seminggu kemudian ketika saya kerumahnya, buku tersebut masih `utuh&#8217; belum tersentuh, terletak diatas meja dengan sedikit debu diatasnya. Dia mengatakan bahwa minggu ini dia sibuk sekali. Mungkin pada akhir pekan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=55&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang teman pada awal tahun 2002 pernah meminjam salah satu buku bisnis saya. Dia mengatakan ingin belajar bisnis, karena kebetulan dia lulusan dari teknologi pangan. Seminggu kemudian ketika saya kerumahnya, buku tersebut masih `utuh&#8217; belum tersentuh, terletak diatas meja dengan sedikit debu diatasnya. Dia mengatakan bahwa minggu ini dia sibuk sekali. Mungkin pada akhir pekan dia akan mulai membaca.</p>
<p>Setahun kemudian ketika saya kesana, ternyata debu diatas buku tersebut bertambah tebal. Dan teman saya masih belum mempunyai waktu untuk membaca karena kesibukannya. Saya akhirnya ambil kembali buku tersebut, karena saya memang sedang membutuhkan informasi di dalamnya.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan teman saya ? Saya katakan kepadanya, bahwa seumur hidup dia TIDAK AKAN PERNAH PUNYA WAKTU untuk membacanya. Benarkah ? Atau mungkin saya yang terlalu `pelit&#8217; untuk meminjamkan lagi buku saya kepadanya.</p>
<p>Setiap orang sudah punya `jadwal tetap harian&#8217; di dalam otaknya, mulai dari bangun pagi, gosok gigi, mandi, sarapan, menstarter mobil, ke kantor, bekerja, hingga tidur malam. Pada awal teman saya tadi meminjam buku, dia berusaha memasukkan `menu baru&#8217; ke dalam `jadwal tetap&#8217;nya.<br />
Menu baru itu akan tetap disitu jika kita melakukan aktivitas tersebut, namun jika tidak `peringkat&#8217;nya akan terus menurun. Setelah satu tahun, peringkat menu `baca buku&#8217; itu pasti sudah terlempar dari 100 besar. Sangatlah sulit untuk mendongkrak kembali ke urutan 10 besar jika tidak ada alasan yang sangat kuat.</p>
<p>Berapa banyak dari kita yang berperilaku seperti itu ? Menunda hal-hal kecil seperti membaca buku, memotong rumput, membersihkan rumah, menata lemari pakaian, dll sampai akhirnya pekerjaan tersebut tertunda terus hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Seringkali juga pekerjaan tersebut akhirnya tidak jadi dilaksanakan. Ada tiga hal yang bisa mendorong kita untuk melakukan pekerjaan yang sering tertunda tersebut, yaitu <strong>Alasan, Prioritas </strong>dan <strong>Komitmen.</strong></p>
<p><strong>Alasan</strong>, Setiap orang jika menjumpai hal baru selalu timbul satu pertanyaan di benaknya &#8220;What&#8217;s in it for me ?&#8221; Apa manfaat hal baru tersebut untuk saya? Adakah manfaat tersebut membawa saya ke kehidupan yang lebih baik? Adakah manfaat tersebut membutuhkan kerja keras? Adakah manfaat tersebut dapat dinikmati dalam jangka panjang atau pendek?</p>
<p><strong>Prioritas</strong>. Merupakan urutan yang anda letakkan bagi hal baru tersebut. Anda bisa menentukan prioritas hal baru tersebut dengan menanyakan ke diri sendiri beberapa pertanyaan berikut: Seberapa penting hal baru ini dibanding dengan hal yang sudah ada? Kalaupun lebih penting, haruskah saya kerjakan sekarang ? Dapatkah hal baru ini ditunda kapan-kapan? Masa iya saya harus menunda pergi ke mall karena harus harus baca buku?</p>
<p><strong>Komitmen</strong>. Merupakan urutan terakhir yg harus dilakukan ketika kita ingin berubah. Komitmen berupa kedisiplinan Anda untuk bisa berubah harus dijaga agar kita lebih menghargai dan lebih banyak melakukan tindakan2 postitif.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=55&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/08/01/jadwal-otak-q-ta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahan Kimia Berbahaya</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/29/bahan-kimia-berbahaya/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/29/bahan-kimia-berbahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 08:41:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Bahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kimia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Perlu Diketahui&#8230;. Bahaya Mengintai tanpa Disadari Oleh Kita&#8230;
1. BOTOL PLASTIK
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol  plastik  dan  menaruhnya di mobil atau ikantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai dibotol2 ini, mengandung zat-zat Karsinogen (atau DEHA).
Botol ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=37&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Perlu Diketahui&#8230;. Bahaya Mengintai tanpa Disadari Oleh Kita&#8230;</p>
<p><strong>1. BOTOL PLASTIK</strong><br />
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol  plastik  dan  menaruhnya di mobil atau ikantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai dibotol2 ini, mengandung zat-zat Karsinogen (atau DEHA).</p>
<p>Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh di tempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat  Karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum.</p>
<p>Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang-ulang, jangan memakai botol plastik.</p>
<p><strong>2. PENGGEMAR SATE</strong><br />
Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate.</p>
<p>Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab  kanker) tetapi timun ternyata  punya  anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.</p>
<p><strong>3. UDANG DAN VITAMIN C</strong><br />
Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena  ini  akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.</p>
<p><strong>4. MIE INSTAN</strong><br />
Para penggemar Mi Instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah anda mengkonsumsi Mi Instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi. Dari Informasi kedokteran, ternyata tedapat lilin yang melapisi mi instan.Itu sebabnya mengapa Mi Instan tidak lengket satu sama lainnya  ketika dimasak. Konsumsi Mie Instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkit kanker.</p>
<p>Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir sehingga  tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi Instan setiap hari. Akhirnya dia  menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam Mi Instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut. Ada seorang pramugari SIA (Singapore Air) yang setelah berhenti  dan kemudian menjadi seorang Ibu rumah tangga, tidak mmasak tetapi hampi selalu mengkonsumsi Mie Istan setiap kali dia makan. Kemudian akhirnya menderita kanker dan meninggal karenanya.</p>
<p>Jika kita perhatikan Mi China yang berwarna kuning yang biasa ditemukan di pasar, dari hasil pengamatan, mi yang belum dimasak tersebut akan terlihat seperti berminyak. Lapisan  minyak ini akan menghindari lengketnya mi tersebut satu dengan  lainnya. Mi Wonton yang masih mentah biasanya ditaburkan tepung agar terhindar dari lengket.</p>
<p>Ketika tukang masak akan memasak mi, dia memasaknya pertama-tama dalam air  panas, kemudian dibilas/ditiriskan dengan air  dingin  sebelum dimasak dengan air panas lagi. Memasak dan meniriskan dengan cara ini akan dapat menghindari lengketnya mi tersebut satu sama lainnya. Tukang masak memberikan minyak dan saos pada mi tersebut agar tidak menjadi lengket ketika akan dikonsumsi secara kering (tanpa kuah). Aturan masak dalam membuat Spaghetti (Mi Italy), akan dibutuhkan minyak dan mentega yang ditambahkan terlebih dahulu pada air rebusan Spaghetti untuk menghindari lengketnya pasta tersebut.</p>
<p><strong>5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN</strong><br />
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari  kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai &#8220;pelindung&#8221; makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung  jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan.</p>
<p>Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada  makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.</p>
<p>Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu anda waspadai:<br />
<strong>a. Kertas.</strong><br />
Beberapa  kertas  kemasan  dan  non-kemasan (kertas Koran dan majalah) yang sering  digunakan  untuk  membungkus  makanan, terdeteksi mengandung Timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain seperti ginjal, hati, otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu Pallor (pucat), Pain (sakit) &amp; Paralysis (kelumpuhan). Keracunan yang terjadi  pun bisa bersifat kronis dan akut.</p>
<p>Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak  makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual. Padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan tsb. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.</p>
<p><strong>b. Styrofoam</strong><br />
Bahan  pengemas Styrofoam atau Polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari Kopolimer Styren ini  menjadi  pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain  itu,  bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta  ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan Endocrine Disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat   adanya gangguan pada sistem Endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia Karsinogen dalam makanan.</p>
<p style="text-align:center;"><em>Disunting dari beberapa sumber.</em><br />
JADILAH SAHABAT BAGI ORANG LAIN YG SELALU MENGINGATKAN AKAN KEBAIKAN.<br />
KIRIMKAN TULISAN INI KEPADA SEBANYAK MUNGKIN KEPADA SAHABAT ANDA.</p>
<p style="text-align:center;">============================================================<br />
<em> learning from anything, at any time try to do best we can do</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=37&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/29/bahan-kimia-berbahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Tuhan Berkata Tidak</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/ketika-tuhan-berkata-tidak/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/ketika-tuhan-berkata-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 16:48:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[
Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.&#8221;
Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.&#8221;
Ya Tuhan beri aku kesabaran.
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan;
tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.&#8221;
Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Kuberi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=34&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/Comingsoon.jpg" alt="" width="320" height="320" /></p>
<p>Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan beri aku kesabaran.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan;<br />
tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung<br />
kepadamu sendiri.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi<br />
dan mendekatkanmu pada Ku.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.<br />
Tuhan berkata&#8230; &#8220;Ahhhh, akhirnya kau mengerti !&#8221;</p>
<p><strong>sumber: </strong><em>unknow</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=34&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/ketika-tuhan-berkata-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/Comingsoon.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dokter Tanpa Obat</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/dokter-tanpa-obat/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/dokter-tanpa-obat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 16:45:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Cerdik]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[
Cerita sebuah kejadian di sebuah Tempat Praktek dokter spesialis di Jakarta.
Waktu itu ada seorang lelaki tua duduk tenang di sebuah ruang tunggu
praktik dokter. Sambil sesekali jemari tangan kanannya mengelus
kepala tongkat bantu jalan, ia sabar menantikan giliran dipanggil.
Di antara enam pasien di ruang tunggu, lelaki tersebut yang paling tua.
Akhirnya terdengar perawat memanggilnya, &#8220;Pak Miko, silakan masuk!&#8221;
Perlahan-lahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=33&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/Comingsoon02.jpg" alt="" width="160" height="120" /></p>
<p>Cerita sebuah kejadian di sebuah Tempat Praktek dokter spesialis di Jakarta.</p>
<p>Waktu itu ada seorang lelaki tua duduk tenang di sebuah ruang tunggu<br />
praktik dokter. Sambil sesekali jemari tangan kanannya mengelus<br />
kepala tongkat bantu jalan, ia sabar menantikan giliran dipanggil.<br />
Di antara enam pasien di ruang tunggu, lelaki tersebut yang paling tua.</p>
<p>Akhirnya terdengar perawat memanggilnya, &#8220;Pak Miko, silakan masuk!&#8221;<br />
Perlahan-lahan si empunya nama bangkit dari duduknya. Berpegangan pada tongkatnya.<br />
Pak Tua ini dengan susah payah mencoba berdiri. Mukanya menyeringai<br />
menahan sakit. Tubuh rentanya terbungkuk sekitar 10 cm.</p>
<p>Semua mata pasien di ruangan itu mengiringi Pak Miko yang berjalan<br />
terbungkuk-bungkuk menuju kamar periksa. Beberapa menit kemudian<br />
pintu kamar periksa terbuka.</p>
<p>Tampak Pak Miko berjalan keluar dengan badan lurus dan langkah tegap.</p>
<p>Para pasien di situ yang semula menyaksikan lelaki itu masuk kamar<br />
periksa, terkesiap melihat perubahan drastis yang terjadi pada diri Pak Miko.<br />
&#8220;Wah, luar biasa! Pasti dokter ini melakukan mukjizat,&#8221; ujar salah<br />
seorang di antara mereka.<br />
&#8220;Pengobatan apa yang telah diberikan dokter kepada Bapak? Apa<br />
rahasianya?&#8221; ujar pasien itu kepada pak Miko.<br />
Lelaki tua itu melihat penyanya dan berkata, &#8220;Awalnya dokter<br />
mengamati seluruh badan saya dari atas ke bawah.</p>
<p>Setelah menganalisis situasi, akhirnya ia memberi tongkat baru yang<br />
lebih panjang sekitar 10 cm dari tongkat semula yang saya pakai.</p>
<p>Lihat, semua masalah harus ditangani dengan cara yang cerdik kan?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=33&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/dokter-tanpa-obat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/Comingsoon02.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Power of Three Little Words</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/08/the-power-of-three-little-words/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/08/the-power-of-three-little-words/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 14:51:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Respect]]></category>
		<category><![CDATA[Words]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[
The Power of Three Little Words 
(Advice for a relationship, a Marriage `n Friendship)
Written By Miss Emma Shuaidi 
Some of the most significant messages people deliver to one another often come in just three words. When spoken or conveyed, those statements have the
power to forge new friendships, deepen old ones and restore relationships that have [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=24&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/Comingsoon.jpg" alt="" width="320" height="320" /></p>
<p><strong>The Power of Three Little Words </strong><br />
(Advice for a relationship, a Marriage `n Friendship)<br />
<em>Written By</em> <strong>Miss Emma Shuaidi </strong></p>
<p>Some of the most significant messages people deliver to one another often come in just three words. When spoken or conveyed, those statements have the<br />
power to forge new friendships, deepen old ones and restore relationships that have cooled. The following three-word phrases can enrich every relationship.</p>
<p><strong>I&#8217;LL BE THERE</strong> &#8211; (Aku akan ada disana)<br />
Being there for another person is the greatest gift we can give. When we are truly present for other people, important things happen to them and to us. We are renewed in love and friendship. We are restored emotionally and spiritually. &#8216;Being there&#8217; is at the very very core of civility.</p>
<p><strong>I MISS YOU</strong> &#8211; (Aku Rindu Kamu)<br />
Perhaps more marriages could be salvaged and strengthened if couples simply and sincerely said to each other, &#8220;I miss you.&#8221; This powerful affirmation tells partners they are wanted, needed, desired and loved.</p>
<p><strong>I RESPECT YOU</strong> &#8211; (Aku Menghormati/Menghargaimu)<br />
Respect is another way of showing love. Respect conveys the feeling that another person is a true equal. It is a powerful way to affirm the importance of a relationship.<br />
<strong><br />
MAYBE YOU&#8217;RE RIGHT</strong> &#8211; (Mungkin Kamu Benar)<br />
This phrase is highly effective in diffusing an  argument and restoring frayed emotions. The flip side of &#8220;maybe you&#8217;re right&#8221; is the humility of admitting &#8220;maybe I&#8217;m wrong.&#8221;</p>
<p><strong>PLEASE FORGIVE ME </strong>- (Maafkan Aku)<br />
Many broken relationships could be restored and healed if people would admit their mistakes and ask for forgiveness. All of us are vulnerable to faults, foibles and failures. A man should never be ashamed to own he has been in the wrong, which is but saying, in other words, that he is wiser today than he was yesterday.</p>
<p><strong>I THANK YOU</strong> &#8211; (Aku berterimakasih Padamu)<br />
Gratitude is an exquisite form of courtesy. People who enjoy the companionship of good, close friends are those who don&#8217;t take daily courtesies for granted. They are quick to thank their friends for their many expressions of kindness. On the other hand, people whose circle of friends is severely constricted often do not have the attitude of gratitude.</p>
<p><strong>COUNT ON ME </strong>- (Andalkan Padaku)<br />
&#8220;A friend is one who walks in when others walk out,&#8221; Loyalty is an essential ingredient for true friendship; it is the emotional glue that bonds people. Those who are rich in their relationships tend to be steady and true friends. When troubles come, a good friend is there, indicating &#8220;you can count on me.&#8221;</p>
<p><strong>LET ME HELP </strong>- (Biarkan Aku Membantu)<br />
The best of friends see a need and try to fill it. When they spot a hurt they do what they can to heal it. Without being asked, they pitch in and elp.</p>
<p><strong>I UNDERSTAND YOU</strong> &#8211; (Aku mengerti apa maksudmu)<br />
People become closer and enjoy each other more if they feel the other person accepts and understands them. Letting others know in so many little ways that you understand him or her is one of the most powerful tools for healing your relationship.<br />
<strong><br />
GO FOR IT</strong> &#8211; (Ayo Kejar!!)<br />
Some of your friends may be non conformists, have unique projects and unusual hobbies. Support them in pursuing their interests. Rather than urging your loved ones to conform, encourage their uniqueness-everyone has dreams that no one else has.</p>
<p>I suppose the 3 little words that you were expecting to see have to be reserved for those who are special; that is <strong>I LOVE YOU. </strong></p>
<p>Have a great day loving yourself and loving your loved ones!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=24&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/08/the-power-of-three-little-words/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/Comingsoon.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bahaya Menjilat Amplop !!</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/01/bahaya-menjilat-amplop/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/01/bahaya-menjilat-amplop/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 12:22:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Amplop]]></category>
		<category><![CDATA[Kecoa]]></category>
		<category><![CDATA[Menjilat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Sekilas info bagi yang belum pernah baca, semoga bermanfaat.

Jangan pernah menjilat amplop atau perangko untuk merekatkannya.
Suatu hari seorang wanita yang bekerja di sebuah kantor pos di California, merekatkan amplop dan perangko tanpa menggunakan lem atau busa basah, melainkan dengan cara menjilatnya. Pada saat itu wanita tersebut langsung merasakan lidahnya terasa seperti teriris. Seminggu kemudian dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=21&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><strong>Sekilas info bagi yang belum pernah baca, semoga bermanfaat.</strong></em></p>
<p><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/lick%202.jpg" alt="Ada Kecoa di Amplop Anda" width="100" height="100" /></p>
<p>Jangan pernah menjilat amplop atau perangko untuk merekatkannya.<br />
Suatu hari seorang wanita yang bekerja di sebuah kantor pos di California, merekatkan amplop dan perangko tanpa menggunakan lem atau busa basah, melainkan dengan cara menjilatnya. Pada saat itu wanita tersebut langsung merasakan lidahnya terasa seperti teriris. Seminggu kemudian dia merasakan sesuatu yang tidak biasa pada lidahnya. Dia pergi ke dokter dan tidak ditemukan sesuatu yang aneh. Lidahnya tidak luka atau tidak ada kelainan apapun.<br />
Beberapa hari berikutnya, lidahnya mulai agak membengkak dan mulai terasa sakit, begitu sakitnya sehingga dia tidak dapat makan apapun. Dia segera ke RS dan dokter melakukan pemeriksaan X-Ray. Ternyata ada sesuatu didalam lidahnya. Saat itu juga dokter segera mempersiapkan pembedahan kecil. Ketika dokter mengiris/ membuka lidah tersebut, ternyata seekor kecoak kecil merayap keluar.</p>
<p>Setelah diselidiki maka didapat kenyataan bahwa kecoak tersebut berasal dari telur kecoak yang sangat kecil yang menempel pada bagian lem amplop. Setelah dijilat maka telur tersebut menempel pada lidah dan mengeram disana karena adanya ludah yang hangat dan lembab hingga kecoak tersebut menetas.</p>
<p>Kejadian nyata ini dilaporkan oleh CNN.<br />
Andy Hu menulis : &#8220;Saya bekerja di pabrik amplop, dan kalian tidak akan percaya&#8230;.. . ada sesuatu yang mengambang disekitar nampan wadah lem, saya tidak pernah sekalipun menjilat amplop. Saya pernah bekerja di percetakan (32 tahun lalu) dan kami selalu dihimbau agar jangan merekatkan amplop dengan lidah. Saya tidak pernah mengerti mengapa, hingga suatu saat saya masuk ke ruang penyimpanan untuk mengambil 2,500 lembar amplop yang sudah dicetak dan melihat sendiri beberapa ekor kecoak berkeliaran di dalam kotak amplop dengan telur kecoak dimana-mana. Mereka hidup dengan memakan lem yang  terdapat pada amplop-amplop tersebut&#8221;.</p>
<p>Setelah mengetahui hal ini, janganlah pernah sekalipun Anda merekatkan amplop, perangko ataupun meterai dengan cara menjilatnya. Gunakanlah lem atau busa basah.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=21&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/01/bahaya-menjilat-amplop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.jawaban.com/news/userfile/lick%202.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ada Kecoa di Amplop Anda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Start Your Bad Decision, Today!</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/04/15/start-your-bad-decision-today/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/04/15/start-your-bad-decision-today/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 18:16:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Start your Bad Decision Today
Adnan Khasogi, yang termasuk salah satu orang paling kaya di dunia, pernah ditanya oleh wartawan tentang rahasia suksesnya. Adnan menjawab &#8220;Good Decision, Good Decision, and Good Decision&#8221;. Wartawan itu lalu bertanya lagi, apa yang menyebabkan dia bisa membuat keputusan yang tepat tersebut.
Adnan menjawab &#8220;Experiences, Experiences, and Experiences&#8221;.
Wartawan itu masih penasaran, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=14&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Start your Bad Decision Today</p>
<p>Adnan Khasogi, yang termasuk salah satu orang paling kaya di dunia, pernah ditanya oleh wartawan tentang rahasia suksesnya. Adnan menjawab &#8220;Good Decision, Good Decision, and Good Decision&#8221;. Wartawan itu lalu bertanya lagi, apa yang menyebabkan dia bisa membuat keputusan yang tepat tersebut.<br />
Adnan menjawab &#8220;Experiences, Experiences, and Experiences&#8221;.</p>
<p>Wartawan itu masih penasaran, dan bertanya, hal apa yang menyebabkan Adnan mempunyai pengalaman. Adnan menjawab &#8220;Bad Decision, Bad Decision, and Bad Decision&#8221;. Apa yang dikatakan oleh Adnan Khasogi diatas menunjukkan bahwa kesuksesan yang diraihnya saat ini adalah hasil dari kesalahan-2 tindakan<br />
yang pernah dia lakukan sebelumnya, proses belajar dari kesalahan2 tersebut menjadi suatu pengalaman, dan pengulangan tindakan menjadi lebih baik.</p>
<p>Kita selama ini selalu berpendapat, bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik. Tapi banyak orang yang keliru menafsirkan definisi dari pengalaman itu sendiri. Jika dalam kehidupan anda pernah patah hati misalnya, apakah itu suatu pengalaman ? Kalau patah hati itu membuat kehidupan anda menjadi suram, dunia terasa hampa, dan anda menjadi enggan untuk berbincang dengan orang lain, itu bukanlah pengalaman. Itu lebih tepat disebut tragedi. Namun jika anda mau melihat lebih dalam, apa yang salah dari hubungan anda, dan belajar untuk tidak mengulanginya lagi lain kali, itulah pengalaman.</p>
<p>PENGALAMAN ITU BUKAN APA YANG TERJADI PADA KEHIDUPAN KITA,NAMUN APA YANG<br />
KITA LAKUKAN KETIKA ADA SESUATU YANG TERJADI DALAM KEHIDUPAN KITA</p>
<p>Ada sebagian orang yang ingin jalan pintas di dalam hidupnya, dimana mereka ingin langsung membuat `good decision&#8217; dalam setiap langkahnya. Mereka ingin melompati tahapan `experiences&#8217; dan `bad decision&#8217;. Karena ingin langsung sempurna, langsung sekali jadi, maka mereka membuat<br />
banyak sekali analisa dari berbagai sisi. Satu halangan kecil bisa membuat mereka menunda membuat `good decision&#8217; tersebut. Pada akhirnya, `good decision&#8217; itu tidak akan pernah dibuat, karena waktu mereka habis untuk alu melakukan analisa dan analisa.</p>
<p>Coba amati di lingkungan sekitar kita. Adakah rekan anda, kerabat atau kolega bisnis yang seperti itu ? Lima tahun yang lalu mungkin mereka pernah mengatakan akan menjadi seorang wirausaha. Tapi sampai hari ini keinginan itu tetap sebuah keinginan. Mereka akan berkata bahwa ada hal-2 yang menghalangi niat mereka, apakah itu pasar yang lagi sepi, harga bahan baku yang mahal, krisis moneter, dollar lagi tinggi, dsb.</p>
<p>Tapi sebenarnya bukan itu yang menghalangi mereka. Halangan mereka yang utama adalah mereka takut bila ternyata `good decision&#8217; yang mereka buat ternyata sebuah `bad decision&#8217;. Sebenarnya apakah yang menakutkan dari membuat sebuah `bad decision&#8217;?</p>
<p>Sebenarnya `bad decision&#8217; hanyalah sebuah proses, dan tidak final sifatnya. Proses ini akan menjadi kesalahan jika kita keliru mempersepsikannya serta memberikan respon yang keliru. Dan kesalahan akan menjadi kegagalan jika kita terus menerus memberikan respon yang keliru terhadapnya. Orang-orang sukses adalah mereka yang mengubah `bad decision&#8217; menjadi suatu pelajaran, memperbaiki keputusan mereka dan melakukan dengan cara yang berbeda. Karena sesungguhnya, jalan menuju kesuksesan pasti melewati suatu kegagalan. Hanya mereka yang berani membuat `bad decision&#8217; dan belajar daripadanya yang akan mencapai tujuannya. Sukses untuk anda!</p>
<p>Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=14&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/04/15/start-your-bad-decision-today/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ma, Bacakan Aku Buku</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/04/14/ma-bacakan-aku-buku/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/04/14/ma-bacakan-aku-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 05:18:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Otak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Otak anak mempunyai satu triliun sel otak, dan bertriliun-triliun sambungan antarsel syaraf otak. Bila tidak distimulasi sejak dini, sambungan ini akan musnah. Layaknya daun di musim gugur, potensi mereka pun akan berguguran. Ibu adalah guru pertama bagi anak tanpa bermaksud mengecilkan peran bapak dalam pilar sebuah keluarga.Namun, dalam realitas yang ada, ibulah yang mengandung, melahirkan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=12&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Otak anak mempunyai satu triliun sel otak, dan bertriliun-triliun sambungan antarsel syaraf otak. Bila tidak distimulasi sejak dini, sambungan ini akan musnah. Layaknya daun di musim gugur, potensi mereka pun akan berguguran. Ibu adalah guru pertama bagi anak tanpa bermaksud mengecilkan peran bapak dalam pilar sebuah keluarga.Namun, dalam realitas yang ada, ibulah yang mengandung, melahirkan, menyusui dan lebih banyak menapaki hari, bulan dan tahun-tahun pertama kehidupan anak. Hari buku diperingati setiap 23 April yang berdekatan dengan Hari Kartini tanggal 21 April. Wanita Indonesia diingatkan mengenai emansipasi wanita yang diperjuangan oleh RA Kartini.</p>
<p>Dalam menyuarakan emansipasi wanita, tentunya Kartini pun ingin wanita mempunyai peran strategis dalam mencerdaskan bangsa. Meski &#8216;hanya&#8217; dilakukan dari lingkup terkecil masyarakat, yaitu keluarga, peranannya menjadi pondasi bagi maju-mundurnya sebuah bangsa. Ibu sebagai wanita Indonesia, diharapkan menjadi pencetak generasi cerdas dan berbudi yang akan mengangkat derajat bangsa Indonesia.</p>
<p>Barangkali, begitulah harapan Kartini dan juga harapan seluruh anak negeri ini. Tantangan zaman semakin menggila. Problema kehidupan kian hari semakin berat. Anak yang terlahir suci penuh potensi, membutuhkan ibu seperti yang diharapkan Kartini. Ibu yang betul-betul menyadari tugas mulianya, mengantarkan anak menjadi manusia tangguh dan gemilang di masa datang. Ibu yang memahami hal ini akan berusaha mengembangkan potensi otak anak dengan berbagai cara.</p>
<p>Para ahli menyebutkan bahwa cara optimal mengembangkan potensi itu adalah dengan selalu merangsang kelima panca inderanya. Banyak hal yang dapat dilakukan. Namun sesungguhnya membacakan buku sejak dini pada anak merupakan cara paling mudah. Anak belajar dari apa yang diberikan oleh lingkungan sekitarnya. Kelima panca indranya merespon dan otak meyerap semua informasi yang diterima.</p>
<p>Sebagai contoh, anak yang terbiasa mendengar kata-kata kotor, akan meniru dan mengucapkannya. Anak yang dibiasakan jajan akan selalu meminta jajan. Anak yang diajarkan menjaga kebersihan tidak akan tinggal diam melihat sampah. Dan anak yang dibacakan buku, akan meminta buku. Membacakan buku juga dapat menjadi obat. Buku dapat meringankan anak yang sedang sakit dan menidurkan anak yang tidak mau tidur. Buku menjadi seperti susu. Anak akan selalu meminta dan meminta lagi.</p>
<p>Saat anak memasuki usia sekolah, ibu tak perlu lagi bersusah payah menyuruh anak belajar atau membaca buku, karena anak telah mencintai buku. Buku memuaskan rasa ingin tahunya yang besar. Usia balita (bawah lima tahun) disebut-sebut sebagai the golden age, usia keemasan seorang manusia. Penelitian mengenai otak manusia belakangan ini telah menunjukkan bahwa perkembangan intelektual otak berkembang pesat menjadi 50 persen potensi otak dewasa pada empat tahun pertama sejak anak dilahirkan.</p>
<p>Usia empat tahun hingga delapan tahun bertambah 30 persen, selanjutnya hingga 18 tahun bertambah 20 persen.Hal ini menunjukkan bahwa stimulasi otak yang dilakukan pada empat tahun pertama kehidupan seorang anak akan sangat bermanfaat bagi kehidupannya di masa depan. Dalam buku Otak Kanak-Kanak yang ditulis oleh J Madeleine Nash disebutkan, ilmuwan telah membuktikan kenyataan yang menakjubkan mengenai otak anak.</p>
<p>Kualitas otak anak sangat ditentukan oleh tiga tahun pertama kehidupannya. Ilmuwan telah dapat mendengarkan suara hiruk-pikuk berkembangnya sel-sel syaraf otak dalam otak janin yang baru berusia 10 atau 12 minggu sesudah pembuahan. Saat kelahiran, otak memiliki satu triliun sel otak. Tidak lama setelah kelahiran, otak bayi menghasilkan bertriliun-triliun sambungan (sinapsis) antarneuron yang banyaknya melebihi kebutuhan. Proses inilah yang membentuk pengalaman dan akan dibawanya seumur hidup.</p>
<p>Melalui suatu proses yang mirip teori Darwin, otak akan memusnahkan sambungan yang jarang digunakan atau yang tidak pernah digunakan. Banyaknya pengalaman indra yang didapat akan menentukan sambungan mana yang dipertahankan dan mana yang berguguran. Sambungan yang berlebih dalam otak anak akan berguguran secara drastis sebelum usia 10 tahun. Jadi, yang menetap adalah otak dengan pola emosi dan pikiran individual anak, yang terbentuk dari pengalaman kehidupan sebelumnya.</p>
<p>Sambungan-sambungan baru memang terus terbentuk seumur hidup, dan orang dewasa selalu memelihara sambungan itu dengan membaca dan belajar. Namun otak tidak akan mampu menguasai kemahiran baru atau bangkit kembali dari kekeliruan semudah yang terjadi pada masa kanak-kanak. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengalaman adalah arsitek utama otak. Anak yang sering distimulasi berulang-ulang dan bervariasi sejak dini, kaya akan pengalaman dan akan menghasilkan otak yang kaya pula.</p>
<p>Manfaat</p>
<p>Bila ibu mengabaikan masa keemasan ini, sama artinya dengan membiarkan potensinya terbuang. Ibu yang peduli tidak akan menyia-nyiakan sel-sel otak anak yang &#8216;memohon&#8217; untuk diberi stimulasi. Merangsang kelima panca indra merupakan cara yang disarankan para ahli. Selalu mengajak anak berbicara, mendidiknya dengan penuh kasih sayang, mengajaknya bermain, bernyanyi, dan banyak hal dapat dilakukan oleh ibu. namun jangan lupakan aktivitas yang satu ini, membacakan buku.</p>
<p>Kegiatan ini sesungguhnya mudah dan dapat sekaligus merangsang kelima panca indra anak. Ketika anak dibacakan buku, matanya melihat gambar dan telinganya mendengar. Tentu saja indra penglihatan dan pendengaran anak akan selalu terstimulasi. Buku-buku khusus anak yang dapat digunakan untuk melatih perabaan dan penciuman telah tersedia di beberapa toko buku. Di Indonesia memang belum banyak, dan masalah biaya masih menjadi kendala. Namun hal ini bukanlah menjadi hambatan.</p>
<p>Misalnya, saat ibu membacakan buku tentang buah-buahan, ibu dapat mengambil buah yang asli dan menjelaskannya pada anak. Anak dapat merasakan tekstur buah, mencium, dan mencicipi rasanya. Seiring dengan bertambahnya usia anak, manfaat membacakan buku akan semakin terasa. Membacakan buku dapat meningkatkan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosi (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ) anak. Membacakan buku akan menjadi bekal yang berharga agar anak dapat menjadi manusia yang berkualitas di kala dewasa.</p>
<p>Para ahli pendidikan telah membuktikan bahwa satu-satunya cara yang paling berhasil untuk menanamkan kegemaran membaca pada anak adalah dengan membacakan buku selagi masih balita. Kegemaran membaca akan meningkatkan kemampuan membaca, dan meningkatkan kecerdasan intelektual. Mengapa? Karena menurut Laurel Schmidt dalam buku &#8220;Jalan Pintas Menjadi Tujuh Kali Lebih Cerdas&#8221;, bahasa adalah sarana pemikiran tertinggi. Membacakan buku setiap hari akan selalu menambah kosa kata baru bagi anak.</p>
<p>Kekayaan kosa kata memperkaya pemikiran mereka. Anak akan menyerap berbagai pola kalimat. Mereka akan dapat berbicara, menulis, dan memahami gagasan-gagasan rumit dengan lebih baik. Beragam buku yang dibaca akan memperluas wawasan pengetahuan anak. Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual yang tinggi. Telah banyak diketahui bahwa kecerdasan emosi memegang peranan penting dalam keberhasilan seseorang.</p>
<p>Membacakan buku merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kecerdasan emosi. Kegiatan membacakan buku sambil memeluk dan berbaring di tempat tidur, atau duduk di pangkuan ibu membuat anak merasa dicintai, aman dan nyaman. Kegiatan ini menjalin ikatan emosi yang hangat antara ibu dan anak sehingga dapat memberikan pengaruh positif bagi perkembangan emosional anak di kemudian hari.</p>
<p>Buku-buku cerita tentang kelinci yang ketakutan, beruang marah, sedihnya anak ayam karena kehilangan induk, dan beragam dongeng yang dibaca membuat anak dapat merasakan serta mengenali berbagai emosi. Di kehidupan nyata anak akan menghubungkannya dengan isi cerita. Mereka akan dibantu untuk mengenali dan mengembangkan emosi dirinya. Kasus pembunuhan , kekacauan moral, tawuran, perkosaan, dan beragam kekerasan yang kian marak belakangan ini sungguh mengoyak hati .</p>
<p>Akankah anak-anak yang terlahir fitri harus turut kehilangan hati nurani? Membacakan buku dapat menjadi sebuah solusi. Mimi Doe dan Marsha Walch, dalam buku &#8216;Sepuluh Prinsip Spiritual Parenting&#8217; nenyatakan bahwa anak-anak adalah makhluk spiritual. Mereka mempunyai kecerdasan spiritual yang tinggi. Spontanitas, kreativitas, dan kebebasan berpikir-berasa-bertindak mencirikan spiritualitas bawaan anak-anak.</p>
<p>Tipe Kepedulian</p>
<p>Mengenai potensi otak anak dan kepedulian ibu, dalam pengamatan penulis, terdapat empat tipe ibu di Indonesia. Pertama adalah ibu yang tidak tahu dan tidak peduli. Umumnya mereka mempunyai tingkat pendidikan dan status ekonomi yang rendah. Bisa juga ibu di perkotaan yang berpendidikan dan taraf ekonomi tinggi namun melahirkan anak di luar pernikahan atau akibat kasus perkosaan. Kedua, tipe ibu yang tidak tahu tapi peduli.</p>
<p>Ibu jenis ini terdapat di mana pun. Ketidaktahuan terjadi karena berbagai faktor seperti, tempat tinggal yang jauh di pedalaman, tingkat pendidikan, status ekonomi, kesibukan ibu bekerja, atau murni karena kurangnya informasi. Ketiga, tipe ibu yang tahu tapi tidak peduli. Ibu tipe ini banyak terdapat di perkotaan. Ketidakpedulian terjadi karena gaya hidup hedonis, materialistis dan kesibukan bekerja. Atau ibu yang terlalu mempercayakan pengasuhan pada sekolah atau pembantu. Ibu dengan karakter yang malas, &#8216;cuek&#8217; dan terlalu pasrah juga kerap menjadi penyebab. Keempat adalah tipe ibu yang tahu dan peduli.</p>
<p>Jenis ibu seperti ini lebih banyak terdapat di perkotaan dengan tingkat pendidikan dan status ekonomi menengah ke atas. Namun karena kemudahan informasi saat ini, dijumpai pula ibu dengan tingkat pendidikan dan ekonomi rendah yang menyadari dan peduli pada potensi otak anaknya. Human Devolepment index menyebutkan, angka melek huruf di Indonesia relatif belum tinggi yaitu 88 persen. Dari Buletin Ikapi edisi Mei 2002, jumlah karya sastra yang dibaca oleh pelajar SMU di Indonesia nol judul.</p>
<p>Menurut Kepala Perpustakaan Nasional, Dady P Rachmanata pada 2004, pengunjung perpustakaan nasional dan perpustakaan daerah sangat rendah yaitu 10-20 persen. Data-data itu menunjukkan bahwa minat baca di Indonesia masih sangat rendah. Artinya, ibu yang termasuk tipe keempat dari klasifikasi di atas juga masih jarang dijumpai. Ibu tipe keempat sangat memahami potensi otak anak. Kesadaran bahwa anak adalah titipan Tuhan yang harus menjadi khalifah di masa depan, membuat ibu tetap semangat dan proaktif. Ibu yang sibuk bekerja akan tetap meluangkan waktu membacakan buku bagi anaknya.</p>
<p>Ibu dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah akan menyisihkan uang tabungan untuk membeli buku, bukan hanya untuk jajan. Ada pula ibu yang berusaha meminjam buku kepada tetangga, saudara atau perpustakaan. Sesungguhnya semua ibu dapat melakukannya karena membacakan buku adalah kegiatan yang mudah dan tidak memakan waktu. Dengan niat dan motivasi kuat, tiada hal yang tak mungkin. Mulailah bacakan buku untuk anak-anakmu, Bu. Bukan hanya bayi dan balita, anak-anak di atas lima tahun juga perlu dibacakan buku.</p>
<p>Sebelum usia SMP, kemampuan membaca anak masih kurang dibanding kemampuan mendengar. Memulai pada anak yang lebih besar memang sulit. Terlebih lagi pengaruh televisi, play station, dan game-game yang notabene jauh lebih menarik. Tidak ada kata terlambat. Demi kecintaannya pada buku dan masa depan yang lebih baik, luangkanlah waktu. Kesabaran dan usaha keras tak pernah mengenal kata sia-sia.</p>
<p>Sumber: Agnes Tri Harjaningrum</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=12&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/04/14/ma-bacakan-aku-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>