<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AkudanKalian-My Life &#187; Religi</title>
	<atom:link href="http://akudankalian.wordpress.com/category/religi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akudankalian.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Feb 2009 19:00:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='akudankalian.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/10a96fcecd3ca21a75642fafcaa3a685?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>AkudanKalian-My Life &#187; Religi</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://akudankalian.wordpress.com/osd.xml" title="AkudanKalian-My Life" />
		<item>
		<title>Menzikirkan Mata Hati</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/08/01/menzikirkan-mata-hati/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/08/01/menzikirkan-mata-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 17:14:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Keimanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : M Arifin Ilham 
Ada lima yang menutupi mata hati manusia. Kelima hal itu dilakukan manusia dalam kesadaran penuh, hanya saja manusia tidak mampu menghindar darinya bahkan melakukannya secara kolektif. Kecuali, bagi manusia yang telah mendidik jiwanya dengan sifat dan sikap ikhlas.
Pertama, manusia menjadi tertutup mata hatinya lantaran selalu memperturutkan hawa nafsu. Hawa nafsu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=38&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Oleh : M Arifin Ilham </em></p>
<p>Ada lima yang menutupi mata hati manusia. Kelima hal itu dilakukan manusia dalam kesadaran penuh, hanya saja manusia tidak mampu menghindar darinya bahkan melakukannya secara kolektif. Kecuali, bagi manusia yang telah mendidik jiwanya dengan sifat dan sikap ikhlas.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, manusia menjadi tertutup mata hatinya lantaran selalu memperturutkan hawa nafsu. Hawa nafsu telah mendorong untuk melakukan semua yang dilarang Allah. &#8220;Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya mereka menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta. Maka, apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada.&#8221; (QS al-&#8217;Aadiyaat: 6-10). Dalam kondisi batin manusia seperti ini penting kiranya diobati dengan senantiasa<br />
beristigfar, berzikir kepada Allah.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, cinta dunia dan takut mati. Ujian bagi kaum Muslimin mengenai hal ini tergambar dalam surat Ali-Imran: 142. Pada waktu itu pasukan pemanah yang telah ditempatkan Nabi di atas bukit tergoda hatinya oleh harta dunia yang berserakan di bawah sehingga mereka meninggalkan tugas dari Nabi. Mereka akhirnya luluh-lantah. Saat ini fragmen serupa tapi tak sama senantiasa berulang dan terjadi menerpa manusia. Sebetulnya dengan terus-menerus melakukan zikir, maka manusia akan sampai pada pola hidup zuhud; suatu sikap yang menganggap bahwa dunia harus dikuasai bukan dunia yang menguasai manusia. Seorang<br />
yang zuhud tak lagi berambisi terhadap dunia, tidak cinta dunia, dan tak takut mati.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, setan. Manusia yang dikuasai setan pandai sekali menghiasi perbuatan buruk dengan menjadi (seolah-olah) baik. Ia hipokrit tulen. Tabiat setan ini bisa diredam dengan mendekatkan diri kepada Allah.</p>
<p><strong>Keempat, </strong>tabiat buruk. Ini merupakan suatu perbuatan yang memang sudah menjadi tabiat (kebiasaan) dan telah mentradisi dalam individu maupun masyarakat. Untuk meruntuhkan tabiat buruk tersebut, lagi-lagi dibutuhkan zikir yang banyak kepada Allah. Kelak zikir akan menukar tabiat buruk menjadi tabiat baik.</p>
<p><strong>Kelima,</strong> dosa. Manusia diperintahkan untuk beristighfar, memohon ampun kepada Allah (QS Nuh: 10-12). Dosa kita selama ini telah menghalangi turunnya musim yang teratur, rezeki yang merata, anak-anak yang saleh, dan kesejukan dan keharmonisan hidup antarsesama. Ampunan dan pertolongan Allah pasti akan<br />
datang jika kita memintanya (QS Al-Baqarah: 186). Karena itu, marilah kita bersama-sama memohon ampun kepada Allah ihwal perbuatan khilaf dan dosa yang selama ini kita lakukan. Mudah-mudahan Allah menyelamatkan negeri ini dari keterpurukan berkepanjangan dan kenistaan tak bertepi. Pun Allah buka mata<br />
hati kita hingga mampu menangkap realitas absolut dan gerak-Nya. Amin</p>
<p><em> sumber: Unknown</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=38&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/08/01/menzikirkan-mata-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dunia Memang Aneh</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/06/25/dunia-memang-aneh/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/06/25/dunia-memang-aneh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 14:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Aneh]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Assallamu&#8217;alaikum Wr Wb
&#8220;Dunia memang aneh&#8221;, Gumam Pak Ustadz
&#8220;Apanya yang aneh Pak?&#8221; Tanya Penulis yang fakir ini.
&#8220;Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa&#8221;
&#8220;Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid, kenakan pakaian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=46&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assallamu&#8217;alaikum Wr Wb</p>
<p>&#8220;Dunia memang aneh&#8221;, Gumam Pak Ustadz<br />
&#8220;Apanya yang aneh Pak?&#8221; Tanya Penulis yang fakir ini.<br />
&#8220;Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa&#8221;<br />
&#8220;Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami&#8221; Kata Pak Ustadz.</p>
<p>Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah.</p>
<p>Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya.<br />
&#8220;Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih? Tanya ibu muda itu.</p>
<p>Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatu yang lain rasanya.</p>
<p>Kenapa orang yang hendak pergi kemasjid dengan pakaian rapih dan memang semestinya seperti itu ditumbenin? Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah jalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja? Kenapa orang kemasjid dianggap aneh? Orang yang pergi kemasjid akan terasa &#8220;aneh&#8221; ketika orang-orang lain justru tengah asik nonton sinetron &#8220;intan&#8221;. Orang ke masjid akan terasa &#8220;aneh&#8221; ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan.</p>
<p>Orang ke masjid terasa &#8220;aneh&#8221; ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor kehujanan.<br />
Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum, Kamu akan banyak menjumpai &#8220;keanehan-keanehan&#8221; lain disekitarmu&#8221; , kata Pak Ustadz.</p>
<p>&#8220;Keanehan-keanehan&#8221; disekitar kita?</p>
<p>Cobalah ketika kita datang kekantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti akan nampak &#8220;aneh&#8221; ditengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan ngobrol.</p>
<p>Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa &#8220;aneh&#8221;, karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat diakhir waktu.</p>
<p>Cobalah berdzikir atau tadabur al qur&#8217;an ba&#8217;da shalat, akan terasa aneh ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya tidak silau dan nyaman. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang ditempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang ditempat shalat. Aneh bukan?</p>
<p>Cobalah hari ini shalat jum&#8217;at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah ke dua menjelang selesai.</p>
<p>Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dan test..test, test saja.</p>
<p>Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits,atau ayat al qur&#8217;an, pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.</p>
<p>Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang &#8220;aneh&#8221; selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari&#8217;at dan tata nilai serta norma yang benar.</p>
<p>Jangan takut &#8220;ditumbenin&#8221; ketika kita pergi kemasjid, dengan pakaian rapih, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al qur&#8217;an (Al-A&#8217;raf:31)</p>
<p>Jangan takut dikatakan &#8220;sok alim&#8221; ketika kita lakukan shalat dhuha di kantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak karuan.</p>
<p>Jangan takut dikatakan &#8220;Sok Rajin&#8221; ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman.</p>
<p>&#8220;Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman &#8220;. (An-nisaa:103)</p>
<p>Jangan takut untuk shalat jum&#8217;at/shalat berjama&#8217;ah berada dishaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah. &#8230;.,Karena dishaf terdepan itu ada kemuliaan sehingga dijaman Nabi Salallahu&#8217;alaihi wassalam para sahabat bisa bertenggkar cuma gara-gara memperebutkan berada dishaf depan.</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum&#8217;at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui &#8220;. (Al Jumu&#8217;ah:9)</p>
<p>Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al qur&#8217;an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan;</p>
<p>&#8220;Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: &#8220;Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?&#8221; (Fusshilat:33)</p>
<p>Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali menyerukan, sekali kirim artikel lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, habis donk ladang amal kita&#8230;.</p>
<p>Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa kirim e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat, aneh nggak sih?</p>
<p>Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, lha wong itu yang disuruh kok, &#8220;sampaikan dariku walau satu ayat&#8221; (Potongan dari hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3461 dari hadits Abdullah Ibn Umar)</p>
<p>Jangan takut baca tulisan dari siapapun, selama tulisan itu berisi kebenaran dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca tulisan dari orang-orang terkenal, sebuah tulisan dari manajer atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan ala kadarnya saja, atau tulisan yang isinya asal posting saja. Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun.</p>
<p>Lakukan &#8220;keanehan-keanehan&#8221; yang dituntun manhaj dan syari&#8217;at yang benar. Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun itu akan serasa aneh ditengah orang-orang yang berbikini dan ber-U can see.</p>
<p>Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur&#8217;an &amp; Hadist), meskipun akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral.</p>
<p>Lagian kenapa kita harus takut disebut &#8220;orang aneh&#8221; atau &#8220;manusia langka&#8221; jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan menyelamatkan kita.</p>
<p>Selamat jadi orang aneh yang bersyari&#8217;at dan bermanhaj yang benar.,</p>
<p>&#8220;Silahkan sebarkan tulisan ini, tidak ada embel-embel apapun melainkan &#8220;DAKWAH&#8221; mengharap Ridho Allah SWT.</p>
<p>Wassalam</p>
<p>sumber: abdullah alkatiri at (abdullahalkatiri@ yahoo.com)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=46&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/06/25/dunia-memang-aneh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbisnis ala Rasulullah SAW</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/06/14/berbisnis-ala-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/06/14/berbisnis-ala-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 16:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Management]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Saw.]]></category>
		<category><![CDATA[Social Network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Hal yang sangat patut direnungkan oleh umat Islam, dan ini menjadi kendala bagi kemajuan umat adalah faktor leadership (kepemimpinan) dan kemampuan manajemen. Dampaknya pun jelas, dengan dua titik lemah ini potensi yang banyak tidak terbaca, tidak tergali secara maksimal, dan tidak bisa dikembangkan menjadi sebuah sinergi yang memiliki dampak besar bagi kemajuan umat.
Kelemahan leadership dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=43&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hal yang sangat patut direnungkan oleh umat Islam, dan ini menjadi kendala bagi kemajuan umat adalah faktor leadership (kepemimpinan) dan kemampuan manajemen. Dampaknya pun jelas, dengan dua titik lemah ini potensi yang banyak tidak terbaca, tidak tergali secara maksimal, dan tidak bisa dikembangkan menjadi sebuah sinergi yang memiliki dampak besar bagi kemajuan umat.</p>
<p>Kelemahan leadership dan manajerial ini ternyata dapat kita telusuri<br />
dengan mengamati bagaimana pemahaman umat tentang sifat Rasulullah<br />
SAW. Diantara titik-titik yang kurang tersentuh secara maksimal<br />
adalah bagaimana umat Islam mempelajari masa muda Rasulullah SAW<br />
sebelum menjadi nabi.</p>
<p>Dari beberapa literatur yang didapat, betapa jiwa entrepreneurship<br />
Rasulullah di bidang wirausaha begitu mendominasi, sehingga beliau<br />
berkembang menjadi seorang pemimpin yang memiliki jiwa entrepreneur,<br />
dan keterampilan manajemen yang baik untuk mengelola sebuah dakwah,<br />
sebuah sistem yang bertata nilai kemuliaan Al Islam.</p>
<p>Pada waktu Rasulullah masih kecil, beliau sudah mempunyai sebuah<br />
proyek untuk menjaga kehormatan harga dirinya agar tidak menjadi<br />
beban bagi kehidupan ekonomi pamannya, Abu Thalib, yang memang tidak<br />
tergolong kaya. Beliau mendapat upah dari menggembalakan beberapa<br />
ekor kambing miliki orang lain, yang secara otomatis mengurangi biaya<br />
hidup yang harus ditanggung oleh pamannya ini.</p>
<p>Pada usia 12 tahuan, sebuah usia yang relatif muda, beliau melakukan<br />
perjalanan dagang ke Syiria bersama Abu Thalib. Beliau tumbuh dewasa<br />
di bawah asuhan pamannya ini dan belajar mengenai bisnis perdagangan<br />
darinya. Bahkan ketika menjelang dewasa dan menyadari bahwa pamannya<br />
bukanlah orang berada serta memiliki keluarga besar yang harus<br />
diberi nafkah, Rasulullah mulai berdagang sendiri di kota Mekkah.</p>
<p>Bisnisnya diawalai dengan sebuah perdagangan taraf kecil dan<br />
pribadi,yaitu dengan membeli barang dari satu pasar dan menjualnya kepada<br />
orang lain. Aktivitas bisnis lainnya dengan sejumlah orang di kota<br />
Mekkah pun dilakukan. Dengan demikian ternyata Rasulullah telah<br />
melakukan aktivitas bisnis jauh sebelum beliau bermitra dengan<br />
Khadijah. Dan inilah yang membuahkan pengalaman yang tak ternilai<br />
harganya dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan pada diri Rasulullah.</p>
<p>Ciri yang sangat khas dari aktivitas bisnis yang dilakukan oleh<br />
Rasulullah waktu itu adalah beliau sangat terkenal karena<br />
kejujurannya dan sangat amanah dalam memegang janji. Sehingga tidak<br />
ada satupun orang yang berinteraksi dengan beliau kecuali mndapat<br />
kepuasan yang luar biasa. Dan ini merupakan sebuah nuansa dengan<br />
pesona tersendiri bagi warga Jazirah Arab. apalagi kemuliaan<br />
akhlaknya seakan menebarkan pesona indah kepribadiannya.</p>
<p>Pun ketika beliau tidak memiliki uang untuk berbisnis sendiri,<br />
ternyata beliau banyak menerima modal dari orang-orang kaya Mekkah<br />
yang tidak sanggup menjalankan sendiri dana mereka, dan menyambut<br />
baik seseorang yang jujur untuk menjalankan bisnis dengan uang yang<br />
mereka miliki berdasarkan kerjasama. Tiada lain karena sejak kecil<br />
Rasulullah telah dikenal oleh penduduk Mekkah sangat rajin dan penuh<br />
percaya diri. Dikenal pula oleh kejujuran dan integritasnya dibidang<br />
apapun yang dilakukannya. Tak berlebihan bila penduduk Mekkah<br />
memanggilnya dengan sebutan Shiddiq (jujur) dan Amin (terpercaya).</p>
<p>Salah seorang pemiliki modal itu adalah Khadijah, yang kelak menjadi<br />
istri beliau, yang menawarkan suatu kemitraan berdasarkan sistem<br />
bagi hasil (profit sharing). Dan, subhanallaah, kecakapan Rasulullah<br />
dalam berbisnis telah mendatangkan keuntungan, dan tidak satupun jenis<br />
bisnis yang ditanganinya mendapat kerugian. Selama bermita dengan<br />
Khadijah inilah Rasulullah telah melakukan perjalanan dagang ke<br />
pusat bisnis di Habasyah (Ethiopia) dan Yaman. Beliau pun empat kali<br />
memimpin ekspedisi perdagangan untuk Khadijah ke Syria dan Jorash.</p>
<p>Diantara hal yang terus menerus harus kita teladani dari Rasulullah<br />
dalam interaksi bisnisnya adalah beliau sangat menjaga nilai-nilai<br />
harga diri, kehormatan, dan kemuliannya dalam proses interaksi<br />
bisnisnya ini. Bisnis bagi Rasulullah SAW tidak hanya sebatas<br />
perputaran uang dan barang, tapi ada yang lebih tinggi dari semua<br />
itu, yaitu mejaga kehormatan diri. Sehingga keuntungan apapun dari<br />
setiap transaksi yang beliau dapatkan, maka kemuliaannya justru<br />
semakin menjulang tinggi. Semakin dihormati, semakin disegani dan<br />
ini menjadi aset tak ternilai harganya yang mendatangkan kepercayaan dari para pemilik modal.</p>
<p>Dengan kata lain, modal terbesar dari seorang yang menjadi pengusaha<br />
sukses, pemimpin sukses, atau ilmuwan sukses dalam disiplin ilmu<br />
apapun, ternyata jiwa entrepreneur ini harus dikembangkan sejak<br />
awal.Pembangunan harga diri, pembangunan etos kerja, pembangunan karir<br />
kehormatan sebagai seorang jujur yang terbukti teruji dan sangat<br />
amanah terhadap janji-janji, jikalau hal ini ditanamkan, dilatih<br />
sejak awal maka akan membuahkan kepribadian yang sangat bermutu<br />
tinggi dan ini menjadi bekal kesuksesan bekerja dimanapun atau<br />
kesuksesan mengemban amanah jenis apapun.</p>
<p>Dan yang paling perlu digaris bawahi, Rasulullah SAW mengadakan<br />
transaksi bisnis sama sekali tidak untuk memupuk kekayaan pribadi,<br />
tetapi justru untuk membangun kehormatan dan kemuliaan bisnisnya<br />
dengan etika yang tinggi dan hasil yang didapat justru untuk<br />
didistribusikan ke sebanyak umat. Sehingga kesuksesannya mampu<br />
membawa banyak dampak positif, yaitu kesuksesan dan kesejahteraan<br />
bagi umat yang lainnya. Dan inilah yang menyebabkan kepribadian<br />
junjungan kita, Rasullah SAW begitu monumenatal, baik dalam mencari<br />
nafkah maupun dalam menafkahkan karunia rizki yang diperolehnya.</p>
<p>Semoga kita semua mampu merenungi kejujuran diri, amanah, dan kegigihan dalam menjaga kehormatan harga diri kita selaku umat Islam. (Sumber : Jurnal MQ Vol.1/No.2/Juni 2001)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=43&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/06/14/berbisnis-ala-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menzikirkan Hati</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/29/menzikirkan-hati/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/29/menzikirkan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 10:48:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Keimanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : M Arifin Ilham
Ada lima yang menutupi mata hati manusia. Kelima hal itu
dilakukan manusia dalam kesadaran penuh, hanya saja manusia
tidak mampu menghindar darinya bahkan melakukannya secara
kolektif. Kecuali, bagi manusia yang telah mendidik jiwanya
dengan sifat dan sikap ikhlas.
Pertama, manusia menjadi tertutup mata hatinya lantaran selalu
memperturutkan hawa nafsu. Hawa nafsu telah mendorong untuk
melakukan semua yang dilarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=39&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Oleh : M Arifin Ilham</em></p>
<p>Ada lima yang menutupi mata hati manusia. Kelima hal itu<br />
dilakukan manusia dalam kesadaran penuh, hanya saja manusia<br />
tidak mampu menghindar darinya bahkan melakukannya secara<br />
kolektif. Kecuali, bagi manusia yang telah mendidik jiwanya<br />
dengan sifat dan sikap ikhlas.</p>
<p>Pertama, manusia menjadi tertutup mata hatinya lantaran selalu<br />
memperturutkan hawa nafsu. Hawa nafsu telah mendorong untuk<br />
melakukan semua yang dilarang Allah. &#8220;Sesungguhnya manusia itu<br />
sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan<br />
sesungguhnya mereka menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan<br />
sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.<br />
Maka, apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa<br />
yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam<br />
dada.&#8221; (QS al-&#8217;Aadiyaat: 6-10). Dalam kondisi batin manusia<br />
seperti ini penting kiranya diobati dengan senantiasa<br />
beristigfar, berzikir kepada Allah.</p>
<p>Kedua, cinta dunia dan takut mati. Ujian bagi kaum Muslimin<br />
mengenai hal ini tergambar dalam surat Ali-Imran: 142. Pada<br />
waktu itu pasukan pemanah yang telah ditempatkan Nabi di atas<br />
bukit tergoda hatinya oleh harta dunia yang berserakan di<br />
bawah sehingga mereka meninggalkan tugas dari Nabi. Mereka<br />
akhirnya luluh-lantah. Saat ini fragmen serupa tapi tak sama<br />
senantiasa berulang dan terjadi menerpa manusia. Sebetulnya<br />
dengan terus-menerus melakukan zikir, maka manusia akan sampai<br />
pada pola hidup zuhud; suatu sikap yang menganggap bahwa dunia<br />
harus dikuasai bukan dunia yang menguasai manusia. Seorang<br />
yang zuhud tak lagi berambisi terhadap dunia, tidak cinta<br />
dunia, dan tak takut mati.</p>
<p>Ketiga, setan. Manusia yang dikuasai setan pandai sekali<br />
menghiasi perbuatan buruk dengan menjadi (seolah-olah) baik.<br />
Ia hipokrit tulen. Tabiat setan ini bisa diredam dengan<br />
mendekatkan diri kepada Allah.</p>
<p>Keempat, tabiat buruk. Ini merupakan suatu perbuatan yang<br />
memang sudah menjadi tabiat (kebiasaan) dan telah mentradisi<br />
dalam individu maupun masyarakat. Untuk meruntuhkan tabiat<br />
buruk tersebut, lagi-lagi dibutuhkan zikir yang banyak kepada<br />
Allah. Kelak zikir akan menukar tabiat buruk menjadi tabiat baik.</p>
<p>Kelima, dosa. Manusia diperintahkan untuk beristighfar,<br />
memohon ampun kepada Allah (QS Nuh: 10-12). Dosa kita selama<br />
ini telah menghalangi turunnya musim yang teratur, rezeki yang<br />
merata, anak-anak yang saleh, dan kesejukan dan keharmonisan<br />
hidup antarsesama. Ampunan dan pertolongan Allah pasti akan<br />
datang jika kita memintanya (QS Al-Baqarah: 186). Karena itu,<br />
marilah kita bersama-sama memohon ampun kepada Allah ihwal<br />
perbuatan khilaf dan dosa yang selama ini kita lakukan.<br />
Mudah-mudahan Allah menyelamatkan negeri ini dari keterpurukan<br />
berkepanjangan dan kenistaan tak bertepi. Pun Allah buka mata<br />
hati kita hingga mampu menangkap realitas absolut dan<br />
gerak-Nya. Amin</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=39&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/29/menzikirkan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ajalku telah tiba</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/ajalku-telah-tiba-2/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/ajalku-telah-tiba-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 16:55:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Berdo'a]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr.Wb.
Semoga ini bermanfa&#8217;at &#8230;.
Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. kita
seolah lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya. sesuatu
yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.
Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita ?
&#8220;KISAH YANG MUNGKIN NYATA&#8221;
Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba dirumah langsung duduk
bersantai sambil melepas penat.
sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=36&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamualaikum Wr.Wb.<br />
Semoga ini bermanfa&#8217;at &#8230;.</p>
<p>Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. kita<br />
seolah lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya. sesuatu<br />
yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.</p>
<p>Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita ?</p>
<p>&#8220;KISAH YANG MUNGKIN NYATA&#8221;</p>
<p>Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba dirumah langsung duduk<br />
bersantai sambil melepas penat.<br />
sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan diri dan langsung<br />
sholat sementara anak2 &amp; istri sedang berkumpul diruang tengah.</p>
<p>Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan adanya angin dingin<br />
sepoi2 yang menghembus tepat dimuka saya.<br />
selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih<br />
dengan tongkat ditangannya tiba2 sudah berdiri didepanku.<br />
Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu.</p>
<p>Sebelum sempat bertanya&#8230;..siapa dia&#8230;tiba2 saya merasa dada saya<br />
sesak&#8230; sulit untuk bernafas&#8230;. namun saya berusaha untuk tetap<br />
menghirup udara..sebisanya&#8230;&#8230;</p>
<p>Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari<br />
dadaku&#8230;&#8230;terus berjalan&#8230;&#8230;kekerongkonganku&#8230;.<br />
sakittttttttt&#8230;&#8230;..sakit&#8230;&#8230;..rasanya.keluar airmataku<br />
menahan rasa sakitnya,&#8230;. oh tuhan ada apa dengan diriku&#8230;..</p>
<p>dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus<br />
memaksa untuk keluar dari tubuhku&#8230;kkhh&#8230;&#8230;&#8230;khhhh&#8230;.. kerongkonganku<br />
berbunyi. seolah tak mampu menahan benda tadi&#8230;</p>
<p>badanku gemetar&#8230; peluh keringat mengucur deras&#8230;.mataku<br />
terbelalak&#8230;..air mataku seolah tak berhenti&#8230;.<br />
tangan &amp; kakiku kejang2 sedetik<br />
setelah benda itu meninggalkan aku.</p>
<p>Aku melihat benda tadi dibawa oleh orang misterius<br />
itu&#8230;pergi&#8230;berlalu begitu saja&#8230;.hilang dari pandangan.</p>
<p>Namun setelah itu&#8230;&#8230;&#8230;aku merasa aku jauh lebih ringan, sehat,<br />
segar, cerah&#8230; tidak seperti biasanya.</p>
<p>Aku herann&#8230; istri &amp; anak2 ku yang sedari tadi ada diruang<br />
tengah&#8230;.. tiba2 terkejut berhamburan kearahku..</p>
<p>Disitu aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada tepat<br />
dibawah sofa yang kududuki tadi . badannya dingin kulitnya membiru.<br />
siapa dia????????&#8230;&#8230;.. mengapa anak2 &amp; istriku memeluknya sambil<br />
menangis&#8230; mereka menjerit&#8230;histeris &#8230;terlebih istriku seolah<br />
tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi&#8230; siapa dia&#8230;&#8230;..????????</p>
<p>Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan&#8230;..<br />
dia&#8230;&#8230;..dia&#8230;&#8230;.dia mirip dengan aku&#8230;.ada apa ini<br />
Tuhan&#8230;????????<br />
Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu&#8230;..<br />
Aku mencoba merangkul anak2 ku tapi tak bisa &#8230;Aku coba jelaskan<br />
kalau itu bukan aku. Aku coba jelaskan kalau aku ada disini..<br />
Aku mulai berteriak&#8230;..tapi mereka seolah tak mendengarkan<br />
aku&#8230;&#8230;&#8230;seolah mereka tak melihatku&#8230;</p>
<p>Dan mereka terus-menerus menangis&#8230;.aku sadar..aku sadar&#8230;bahwa<br />
orang misterius tadi telah membawa roh ku..<br />
Aku telah mati&#8230;aku telah mati.<br />
Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku<br />
menangis &#8230;&#8230;berteriak&#8230;&#8230;aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku.</p>
<p>Aku sangat sedih.. selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk<br />
membahagiakan mereka.<br />
Belum banyak yang bisa kulakukan untuk membimbing mereka.</p>
<p>Tapi waktuku telah habis&#8230;&#8230;.masaku telah terlewati&#8230;&#8230;..aku sudah<br />
tutup usia &#8230;.pada saat aku terduduk disofa setelah lelah seharian bekerja.<br />
Sungguh bila aku tau aku akan mati, aku akan membagi waktu kapan<br />
harus bekerja, beribadah, untuk keluarga dll.<br />
Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam keadaan<br />
belum sholat.</p>
<p>Ohh Tuhan, Jika kau ijinkan keadaanku masih hidup masih bisa membaca<br />
E-mail ini. sungguh aku amat sangat bahagia.<br />
Karena aku masih mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala<br />
dosa &amp; berjanji bila maut menjemputku kelak. aku telah berada pada<br />
keadaan yang siap.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=36&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/ajalku-telah-tiba-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ajalku telah Tiba</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/ajalku-telah-tiba/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/ajalku-telah-tiba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 16:52:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Ajal]]></category>
		<category><![CDATA[Nyawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[
Assalamualaikum Wr.Wb.
Semoga ini bermanfa&#8217;at &#8230;.
Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. kita
seolah lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya. sesuatu
yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.
Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita ?
&#8220;KISAH YANG MUNGKIN NYATA&#8221;
Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba dirumah langsung duduk
bersantai sambil melepas penat.
sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=35&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/Comingsoon.jpg" alt="" width="320" height="320" /></p>
<p>Assalamualaikum Wr.Wb.<br />
Semoga ini bermanfa&#8217;at &#8230;.</p>
<p>Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. kita<br />
seolah lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya. sesuatu<br />
yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.</p>
<p>Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita ?</p>
<p>&#8220;KISAH YANG MUNGKIN NYATA&#8221;</p>
<p>Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba dirumah langsung duduk<br />
bersantai sambil melepas penat.<br />
sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan diri dan langsung<br />
sholat sementara anak2 &amp; istri sedang berkumpul diruang tengah.</p>
<p>Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan adanya angin dingin<br />
sepoi2 yang menghembus tepat dimuka saya.<br />
selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih<br />
dengan tongkat ditangannya tiba2 sudah berdiri didepanku.<br />
Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu.</p>
<p>Sebelum sempat bertanya&#8230;..siapa dia&#8230;tiba2 saya merasa dada saya<br />
sesak&#8230; sulit untuk bernafas&#8230;. namun saya berusaha untuk tetap<br />
menghirup udara..sebisanya&#8230;&#8230;</p>
<p>Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari<br />
dadaku&#8230;&#8230;terus berjalan&#8230;&#8230;kekerongkonganku&#8230;.<br />
sakittttttttt&#8230;&#8230;..sakit&#8230;&#8230;..rasanya.keluar airmataku<br />
menahan rasa sakitnya,&#8230;. oh tuhan ada apa dengan diriku&#8230;..</p>
<p>dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus<br />
memaksa untuk keluar dari tubuhku&#8230;kkhh&#8230;&#8230;&#8230;khhhh&#8230;.. kerongkonganku<br />
berbunyi. seolah tak mampu menahan benda tadi&#8230;</p>
<p>badanku gemetar&#8230; peluh keringat mengucur deras&#8230;.mataku<br />
terbelalak&#8230;..air mataku seolah tak berhenti&#8230;.<br />
tangan &amp; kakiku kejang2 sedetik<br />
setelah benda itu meninggalkan aku.</p>
<p>Aku melihat benda tadi dibawa oleh orang misterius<br />
itu&#8230;pergi&#8230;berlalu begitu saja&#8230;.hilang dari pandangan.</p>
<p>Namun setelah itu&#8230;&#8230;&#8230;aku merasa aku jauh lebih ringan, sehat,<br />
segar, cerah&#8230; tidak seperti biasanya.</p>
<p>Aku herann&#8230; istri &amp; anak2 ku yang sedari tadi ada diruang<br />
tengah&#8230;.. tiba2 terkejut berhamburan kearahku..</p>
<p>Disitu aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada tepat<br />
dibawah sofa yang kududuki tadi . badannya dingin kulitnya membiru.<br />
siapa dia????????&#8230;&#8230;.. mengapa anak2 &amp; istriku memeluknya sambil<br />
menangis&#8230; mereka menjerit&#8230;histeris &#8230;terlebih istriku seolah<br />
tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi&#8230; siapa dia&#8230;&#8230;..????????</p>
<p>Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan&#8230;..<br />
dia&#8230;&#8230;..dia&#8230;&#8230;.dia mirip dengan aku&#8230;.ada apa ini<br />
Tuhan&#8230;????????<br />
Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu&#8230;..<br />
Aku mencoba merangkul anak2 ku tapi tak bisa &#8230;Aku coba jelaskan<br />
kalau itu bukan aku. Aku coba jelaskan kalau aku ada disini..<br />
Aku mulai berteriak&#8230;..tapi mereka seolah tak mendengarkan<br />
aku&#8230;&#8230;&#8230;seolah mereka tak melihatku&#8230;</p>
<p>Dan mereka terus-menerus menangis&#8230;.aku sadar..aku sadar&#8230;bahwa<br />
orang misterius tadi telah membawa roh ku..<br />
Aku telah mati&#8230;aku telah mati.<br />
Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku<br />
menangis &#8230;&#8230;berteriak&#8230;&#8230;aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku.</p>
<p>Aku sangat sedih.. selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk<br />
membahagiakan mereka.<br />
Belum banyak yang bisa kulakukan untuk membimbing mereka.</p>
<p>Tapi waktuku telah habis&#8230;&#8230;.masaku telah terlewati&#8230;&#8230;..aku sudah<br />
tutup usia &#8230;.pada saat aku terduduk disofa setelah lelah seharian bekerja.<br />
Sungguh bila aku tau aku akan mati, aku akan membagi waktu kapan<br />
harus bekerja, beribadah, untuk keluarga dll.<br />
Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam keadaan<br />
belum sholat.</p>
<p>Ohh Tuhan, Jika kau ijinkan keadaanku masih hidup masih bisa membaca<br />
E-mail ini. sungguh aku amat sangat bahagia.<br />
Karena aku masih mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala<br />
dosa &amp; berjanji bila maut menjemputku kelak. aku telah berada pada<br />
keadaan yang siap.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=35&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/ajalku-telah-tiba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/Comingsoon.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Tuhan Berkata Tidak</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/ketika-tuhan-berkata-tidak/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/ketika-tuhan-berkata-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 16:48:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[
Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.&#8221;
Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.&#8221;
Ya Tuhan beri aku kesabaran.
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan;
tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.&#8221;
Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Kuberi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=34&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/Comingsoon.jpg" alt="" width="320" height="320" /></p>
<p>Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan beri aku kesabaran.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan;<br />
tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung<br />
kepadamu sendiri.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi<br />
dan mendekatkanmu pada Ku.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.<br />
Tuhan berkata&#8230; &#8220;Ahhhh, akhirnya kau mengerti !&#8221;</p>
<p><strong>sumber: </strong><em>unknow</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=34&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/ketika-tuhan-berkata-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/Comingsoon.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Doa Seorang Serdadu yang Meninggal</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/doa-seorang-serdadu-yang-meninggal/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/doa-seorang-serdadu-yang-meninggal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 16:42:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Serdadu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[
Saya memohon kesehatan agar saya bisa mencapai prestasi,
Tuhan memberiku kelemahan agar saya menurut.
Saya memohon kekayaan agar saya bisa bahagia;
Tuhan memberi saya kemiskinan agar saya bijaksana.
Saya memohon kekuatan untuk melakukan hal-hal yang besar;
Tuhan memberi saya kerentaan agar saya bisa melakukan hal-hal yang lebih baik.
Saya memohon kekuasaan agar saya mendapat pujian orang;
Tuhan memberi saya kelemahan agar saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=32&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/Comingsoon.jpg" alt="" width="320" height="320" /></p>
<p>Saya memohon kesehatan agar saya bisa mencapai prestasi,<br />
Tuhan memberiku kelemahan agar saya menurut.</p>
<p>Saya memohon kekayaan agar saya bisa bahagia;<br />
Tuhan memberi saya kemiskinan agar saya bijaksana.</p>
<p>Saya memohon kekuatan untuk melakukan hal-hal yang besar;<br />
Tuhan memberi saya kerentaan agar saya bisa melakukan hal-hal yang lebih baik.</p>
<p>Saya memohon kekuasaan agar saya mendapat pujian orang;<br />
Tuhan memberi saya kelemahan agar saya bisa merasakan kebutuhan akan Tuhan.</p>
<p>Saya memohon segala hal agar saya bisa menikmati hidup,<br />
Tuhan memberi saya kehidupan agar saya bisa menikmati segala hal.</p>
<p>Saya tidak menerima apapun yang saya mohonkan,<br />
tapi lebih dari yang saya harapkan. Doa-doa saya dijawab,<br />
saya adalah orang yang paling terberkati</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=32&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/doa-seorang-serdadu-yang-meninggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/Comingsoon.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>7 Hal yang Tidak Bisa Kita Ubah Dalam Hidup</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/7-hal-yang-tidak-bisa-kita-ubah-dalam-hidup/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/7-hal-yang-tidak-bisa-kita-ubah-dalam-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 16:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Syukur]]></category>
		<category><![CDATA[Takdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam kehidupan ini kita selalu ingin menjadi yang terbaik sehingga kita lupa batasan apa saja yang dapat kita tembus atau dengan kata lain sesuatu yang bagai mana sih yang dapat kita ubah dan apa saja yang tidak dapat kita ubah&#8230;.
1. Jenis kelamin
Memang ada operasi untuk mengubah kelamin. Tapi tidak bisa mengubah roh (spirit) orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=30&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/Comingsoon02.jpg" alt="" /><br />
Dalam kehidupan ini kita selalu ingin menjadi yang terbaik sehingga kita lupa batasan apa saja yang dapat kita tembus atau dengan kata lain sesuatu yang bagai mana sih yang dapat kita ubah dan apa saja yang tidak dapat kita ubah&#8230;.</p>
<p><strong>1. Jenis kelamin</strong><br />
Memang ada operasi untuk mengubah kelamin. Tapi tidak bisa mengubah roh (spirit) orang yang bersangkutan. Terimalah dirimu, apakan engkau wanita ataupun pria. Act like woman / man!!</p>
<p><strong>2. Orang tua</strong><br />
Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan oleh orang tua yang mana. So, you must respect your parents!! Apakah orang tuamu seorang (maaf&#8230;) pemabuk, penjudi, pelacur sekalipun, you must respect them!! Kalau tidak, itu akan terjadi dalam kehidupanmu nanti. Your kids won&#8217;t respect you, is it terrible?</p>
<p><strong>3. Hari kelahiran</strong><br />
Sudah ditetapkan oleh Tuhan, sebelum dunia dijadikan. Amazing ha? But it&#8217;s true. Jangan menyesali, mengapa engkau harus lahir ke dunia tapi disia-siakan oleh orang yang kau kasihi. Tuhan punya tujuan untukmu.</p>
<p><strong>4. Bentuk Fisik</strong><br />
Kalau engkau keriting, yah keriting aja. Kalau hidungmu pesek, terima itu. Saya banyak melihat orang yang mengubah bentuk wajahnya, apakah itu memancungkan hidung, alis matanya dicukur habis, dll, jadi kelihatan aneh dan tidak natural.</p>
<p><strong>5. Masa lalu</strong><br />
Ini juga sudah ditetapkan oleh Tuhan. Jangan melihat ke belakang, karena itu hanya membuat engkau &#8220;frozen&#8221; &#8211; can not do anything! Look to the future and see how good it is.<br />
<strong><br />
6. Kedudukan dalam keluarga</strong><br />
Apakah engkau anak bungsu, sulung, atau tengah, you can not change it. Nikmati sajalah.</p>
<p><strong>7. Suku bangsa / ras</strong><br />
Menyesal jadi orang Indonesia yang terus menerus dilanda kesulitan? Atau menyesal jadi orang Batak yang kalau menikah perlu upacara adat yang walahhhh mahal dan lama? Atau jadi orang Cina yang suka ditindas dan diintimidasi? hmmm&#8230;..<br />
Nah, sekarang ubah cara berpikirmu. Tuhan sudah menetapkan engkau di bangsa ini untuk satu tujuan. So, do the best in your job, loyal, jangan korupsi, itu sudah menolong untuk memperbaiki bangsa kita ini.</p>
<p>Itulah 7 hal yang tidak bisa kita ubah. Kalaupun ada yang kita bisa ubah, misalnya: bentuk fisik, itu akan membawa kita ke dalam situasi yang tidak pernah puas. Selalu ingin ubah penampilan terus. Capek kan? Terimalah dirimu apa adanya, seperti Tuhan menerimamu.</p>
<p>Memang dunia melihat rupa, tapi Tuhan melihat hati. Apa yang kau lakukan setiap hari itu lebih penting dari penampilanmu. Bukan berarti kau bisa berpenampilan seenaknya, tidak!! Tapi engkau harus menerima apa yang sudah Tuhan berikan padamu. Kulitmu yang hitam (manis), hidungmu yang kurang mancung, rambut yang lurus, urang tinggi, dll, dsb deh.</p>
<p><em>&#8220;Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan&#8221;</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=30&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/22/7-hal-yang-tidak-bisa-kita-ubah-dalam-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/Comingsoon02.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jauhilah &#8220;Ghibah&#8221;</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/10/jauhilah-ghibah/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/10/jauhilah-ghibah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 11:59:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Ghibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[
Sering dalam kehidupan sehari-hari, manakala kita tengah berkumpul dengan teman, tanpa kita sadari kita telah berbuat &#8220;ghibah&#8221; (menggunjing). Bahkan sering kita merasa kurang sempurna, jika dalam topik pembicaraan kita tidak ada agenda menggunjingkan kejelekan ataupun kekurangan orang lain. Apalagi jika teman yang kita ajak ngobrol, tidak ada kerjaan, rasanya waktu seharian penuh tidak terasa. Padahal, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=27&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/istockphoto_870404_gossip.jpg" alt="" /></p>
<p>Sering dalam kehidupan sehari-hari, manakala kita tengah berkumpul dengan teman, tanpa kita sadari kita telah berbuat &#8220;ghibah&#8221; (menggunjing). Bahkan sering kita merasa kurang sempurna, jika dalam topik pembicaraan kita tidak ada agenda menggunjingkan kejelekan ataupun kekurangan orang lain. Apalagi jika teman yang kita ajak ngobrol, tidak ada kerjaan, rasanya waktu seharian penuh tidak terasa. Padahal, seandainya waktu yang terbuang dengan percuma tadi digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat, dapat menghasilkan sesuatu yang sangat berharga.</p>
<p>Kalau kita menyadari, ghibah merupakan dosa besar, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar al-Asqolany dalam kitab &#8220;al-Zawaajir, bahwa banyak dalil-dalil yang bersumber dari al-Qur&#8217;an, as-Sunnah maupun pendapat para ulama yang menjelaskan bahwa ghibah adalah merupakan dosa besar, Dalam al-Qur&#8217;an surah al-Hujurat ayat 12, Allah swt berfirman : &#8220;Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.&#8221;</p>
<p>Dalam sebuah Hadist shohih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah: Dari Abu Bakarah berkata: &#8220;Pada suatu hari Rasulullah s.a.w. berjalan melewati dua kuburan, lalu beliau berkata &#8220;Sesugnguhnya kedua mayat ini sedang disiksa karena melakukan dosa besar, yang pertama karena sebab (tidak hati-hati) ketika kencing dan yang kedua karena suka menggunjing orang lain.</p>
<p>Dalam hadist riwayat Bukhari, Rasulullah bersabda: &#8216;Maukah kamu saya tunjukkan dosa yang paling besar? Para Sahabat menjawab: &#8220;Tentu wahai Rasulullah, beliau mwengulang sampai tiga kali,  yang pertama menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua.&#8221; Posisi Nabi ketika itu dalam leeadaan bersandar kemudian duduk, dan beliau melanjutkan lagi, &#8220;Ucapan dusta dan saksi palsu, ucapan dusta dan saksi palsu.&#8221; Beliau mengulang-ulang sampai saya berkata dalam hati semoga berhenti.</p>
<p>Bahkan Imam Nawawi dalam kitabnya &#8220;al­-Adzkaar&#8221; mengatakan, seyogyanya bagi orang yang mendengar jika ada seorang muslim dipergunjingkan, dia harus berusaha untuk menghentikannya, jika tidak bisa dihentikan dengan ucapan maka harus diihentikan dengan tangan (kekerasan), dan ketika dia tidak mampu menggunakan keduanya, maka dia harus membubarkan perkumpulan tersebut agar tidak berlanjut.</p>
<p>Apakah ghibah itu dilarang secara mutlah? Apakah tidak ada dispensasi bagi seseorang untuk melakukan ghibah dengan alasan yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Dalam kaitannya dengan permasalahan ini, Imam Muslim mengatakan bahwa, boleh bagi seseorang melakukan ghibah hanya terbatas dalam 6 kondisi, yaitu:</p>
<ol>
<li>Boleh bagi orang yang terzalimi untuk mengadukan kepada yang berwenang maupun hakim dengan membeberkan kejahatan ataupun kejelekan orang yang zalim tersebut;</li>
<li>Orang yang berkeinginan untuk merubah kemungkaran, diperbolehkan melaporkan kepada orang yang mempunyai kekuasaan (perangkat keamanan) bahwa si fulan telah melakukan perbuatan yang tidak baik, maka cegahlah dia;</li>
<li>Bagi orang yang meminta fatwa boleh mengadukan kepada mufti, bahwa si fulan telah menganiayanya;</li>
<li>Tajrih (membuka aib) rawi dan saksi demi tujuan untuk menjelaskan kepada kalangan umat Islam bahwa rawi dan saksi tersebut tidak pantas untuk dipercaya perkataannya.</li>
<li>Boleh melakukan ghibah terhadap orang fasiq, ahli bid&#8217;ah dan penguasa yang zalim demi tujuan untuk memberikan peringatan kepada orang, agar tidak melakukan perbuatan serupa; dan</li>
<li>Ketika seorang terkenal karena julukannya seperti: si buta, si tuli, si botak. Maka boleh bagi orang lain memanggil (menggunakan) julukan tersebut tanpa bermaksud menghina.</li>
</ol>
<p>Masyarakat yang berisi  orang-orang senang melakukan ghibah, tidak lepas dari beberapa faktor, sebagaimana Imam Ghozali menjelaskan dalam kitab Ihya&#8217;:</p>
<ol>
<li>Mencari muka di depan orang banyak. Ketika seseorang berkumpul dengan temannya, dimana ketika itu mereka sedang menggunjing, maka rasanya kurang enak kalau tidak ikut nimbrung untuk meramaikannya dengan tujuan mencari muka di di mata mereka;</li>
<li>Menutupi aib dirinya. Ketika seseorang melakukan suatu kesalahan atau perbuatan yang kurang baik, biasanya dia berusaha untuk menutupi dirinya dengan mengalihkan pembicaraan yang mengarah pada kejelekan orang lain; dan</li>
</ol>
<p>Akibat-akibat buruk bagi mereka yang suka ghibah:</p>
<ol>
<li>Orang yang stika menggunjing kejelekan orang lain, akan mendapatkan siksa di neraka dengan memakan bangkai busuk;</li>
<li>Allah SWT akan menyiksa si penggunjing di kuburannya.</li>
<li>Orang yang sering melakukan ghibah akan menghilangkan cahaya keimanan yang terdapat dalam hatinya.</li>
<li>Menjadi penyakit di masyarakat yang dapat merenggangkan dan bahkan memutuskan tali  persahabatan di antara sesama saudara muslim.</li>
</ol>
<p>Melihat dampak buruk yang disebabkan oleh ghibah, alangkah baiknya ketika kita sedang berkumpul, kalau belum bisa mengucapkan suatu ucapan yang baik dan bermanfaat, maka lebih baik diam. Diam bisa menjadikan seorang selamat dari kebencian. Semakin banyak orang barbicara semakin banyak pula kesalahan yang diucapkan.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshowab</p>
<p>Oleh: <strong>Ulinn Niam</strong> (Mahasiswa S2, Tafsir Hadist, IIUI Islamabad, Pakistan)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=27&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/10/jauhilah-ghibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/istockphoto_870404_gossip.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>