<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AkudanKalian-My Life &#187; Entreupreneur</title>
	<atom:link href="http://akudankalian.wordpress.com/tag/entreupreneur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akudankalian.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Feb 2009 19:00:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='akudankalian.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/10a96fcecd3ca21a75642fafcaa3a685?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>AkudanKalian-My Life &#187; Entreupreneur</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://akudankalian.wordpress.com/osd.xml" title="AkudanKalian-My Life" />
		<item>
		<title>CARA KAYA 2: Wealth Ratio Bigger Than One</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/29/cara-kaya-2-wealth-ratio-bigger-than-one/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/29/cara-kaya-2-wealth-ratio-bigger-than-one/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 11:40:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Management]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Entreupreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Self Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[INDIKATOR KAYA ADALAH WEALTH RATIO LEBIH BESAR DARIPADA 1
Dulu waktu saya masih kecil, yang disebut orang kaya adalah mereka yang mempunyai uang jutaan. Karena itu ada sebutan ‘jutawan’. Sekarang gaji di atas sejuta sudah umum, bahkan sudah dirasakan kurang memadai. Sekarang orang kaya adalah mereka yang mempunyai uang milyaran, atau disebut milyuner. Apakah nanti milyuner [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=41&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>INDIKATOR KAYA ADALAH WEALTH RATIO LEBIH BESAR DARIPADA 1</strong></p>
<p>Dulu waktu saya masih kecil, yang disebut orang kaya adalah mereka yang mempunyai uang jutaan. Karena itu ada sebutan ‘jutawan’. Sekarang gaji di atas sejuta sudah umum, bahkan sudah dirasakan kurang memadai. Sekarang orang kaya adalah mereka yang mempunyai uang milyaran, atau disebut milyuner. Apakah nanti milyuner tak lagi disebut kaya?</p>
<p>Mengukur kekayaan dari sesuatu yang fisik tak lagi menjadi ukuran yang tepat. Mobil bagus? Bisa kredit. Rumah bagus? Kredit juga. Kartu kredit? Mahasiswa juga punya. Ponsel? Anak SD pun sekarang punya. Golf? Dibayarin temen. Jadi apa dong ukuran kaya yang lebih tepat?</p>
<p>Setelah lama mencarinya maka saat ini saya paling setuju dengan rumusan Robert Kiyosaki. Rumusan itu disebut Wealth Ratio (WR), yang dia tulis di buku Retire Young Retire Rich. Rumusannya sederhana seperti ini:</p>
<p><img src="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/WealthRatio.jpg" alt="" /></p>
<p>Menurut rumusan tersebut, seseorang baru dapat disebut kaya setelah WR &gt;= 1. Apa maksudnya?</p>
<p>Mari kita bahas secara singkat apa itu Penghasilan Pasif. Penghasilan Pasif (Passive Income) adalah penghasilan yang didapat dengan keterlibatan yang sangat-sangat minimal. Misalnya, seorang penulis mendapatkan royalti dari penjualan bukunya. Sebelumnya saat dia menulis buku maka dia bekerja dengan keras, dengan keterlibatan maksimal. Namun setelah buku tersebut terbit dan laku, maka selama 70 tahun (masa copyright buku) selanjutnya dia berhak menerima royalti tanpa harus bekerja lagi. Contoh lainnya adalah seseorang yang menyewakan kamar kos ke mahasiswa. Setiap bulan (atau tahun) dia mendapat uang sewa tanpa dia mengeluarkan tenaga lagi. Inilah contoh penghasilan pasif. Pada dasarnya semua pendapatan yang diperoleh tanpa kerja langsung dapat disebut pendapatan pasif, seperti misalnya bunga deposito, penghasilan multi-level-marketing dari aktivitas downline, uang pensiun, deviden saham, royalti lagu, pendapatan franchise, dan sebagainya.</p>
<p>Dengan demikian bila seseorang mempunyai Penghasilan Pasif setara dengan Pengeluaran, maka secara definitif dia tidak perlu lagi bekerja. Setiap bulan dia dapat mencukupi kebutuhannya tanpa bekerja. Inilah yang disebut kaya, layaknya raja-raja jaman dahulu yang tidak perlu bekerja mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.</p>
<p>Mari kita ilustrasikan konsep tersebut dengan contoh Toni dan Joni. Toni berpenghasilan 1 milyar sebulan, sedangkan Joni hanya 5 juta sebulan. Siapa lebih kaya? Kita lihat dulu pengeluarannya. Pengeluaran Toni ternyata 1 milyar 50 ribu rupiah tiap bulan. Ini berarti Toni tekor (minus) 50 ribu setiap bulan. Jelas dia sebenarnya bangkrut. Sebaliknya Joni hanya perlu pengeluaran 4,5 juta sebulan, karena gaya hidup yang sederhana. maka setiap bulan dia masih bisa menabung 500 ribu. Joni lebih kaya dibanding Toni?</p>
<p>Joni sesungguhnya belum kaya. Joni baru ‘berpotensi’ kaya. Mengapa? Mari kita bandingkan Joni dengan Roni. Penghasilan Joni sebagai karyawan perusahaan besar adalah 5 juta sebulan, sedangkan penghasilan Roni yang didapat dari kontrakan kamar untuk para buruh hanyalah 2 juta sebulan. Roni pengangguran, dan kamar-kamar kontrakan itu merupakan warisan dari orang tuanya. Pengeluaran Roni hanya 2 juta sebulan. Siapa lebih kaya?</p>
<p>Jawab: Roni. Mengapa? Karena penghasilan Roni adalah penghasilan pasif (tanpa kerja langsung) sedangkan penghasilan Joni adalah aktif (dengan kerja langsung). Jadi Toni dan Joni berpenghasilan aktif, sedangkan Roni berpenghasilan pasif. Di antara mereka bertiga Roni si pengangguranlah yang paling kaya. Mari kita analisis dengan rumus Rasio Kekayaan (Wealth ratio / WR)</p>
<p>Toni</p>
<p>Penghasilan 		: 1.000.000.000</p>
<p>Pengeluaran 		: 1.000.050.000</p>
<p>Saldo 			: &#8211; 50.000</p>
<p>Potensi makin kaya 	: negatif karena tekor setiap bulan</p>
<p>Penghasilan pasif 	: 0</p>
<p>WR Toni = 0/1.000.050.000 = 0</p>
<p>Joni</p>
<p>Penghasilan 		: 5.000.000</p>
<p>Pengeluaran 		: 4.500.000</p>
<p>Saldo 			: + 500.000</p>
<p>Potensi makin kaya 	: Positif karena bisa nabung setiap Bulan</p>
<p>Penghasilan pasif 	: 0</p>
<p>WR Joni = 0/4.500.000 = 0</p>
<p>Roni</p>
<p>Penghasilan 		: 2.000.000</p>
<p>Pengeluaran 		: 2.000.000</p>
<p>Saldo 			: 0</p>
<p>Potensi makin kaya 	: nol karena tidak ada saldo</p>
<p>Penghasilan pasif 	: 2.000.000</p>
<p>WR Roni = 2.000.000/2.000.000 = 1</p>
<p>Dapat kita lihat bahwa nilai penghasilan yang besar tidak akan menolong seseorang selama pengeluarannya tidak terkendali. Ketika seseorang mampu menabung maka dia berpotensi menjadi kaya. Namun semua itu belum menjadi penting hingga tabungan tersebut berhasil diubah menjadi penghasilan pasif (passive income).</p>
<p>Dengan demikian Roni sudah kaya, namun potensi lebih kaya tidak ada karena tidak punya saldo. Walau begitu penghasilan pasif tidak harus menggunakan modal tabungan, ada yang bisa diciptakan sendiri misalnya membuat lagu dan mendapat royalti. Kondisi Roni dapat berubah ketika pengeluaran bulanan dia meningkat (karena menikah, punya anak, sakit, dsb). Bila pengeluaran menjadi lebih tinggi dari penghasilan pasif maka otomatis Roni berubah status dari kaya (WR &gt;= 1) menjadi miskin (WR &lt; 1).</p>
<p>Joni saat ini belum kaya (WR = 0), namun bila Joni mampu mengubah modal tabungannya menjadi penghasilan pasif, maka dia bisa menjadi kaya. Apabila tabungan yang Joni kumpulkan ternyata gagal diubah ke penghasilan pasif (misalnya kemudian habis hanya untuk membeli barang konsumsi), maka Joni kembali tidak berpeluang kaya.</p>
<p>Jadi ukuran kaya adalah WR seseorang. Kekayaan seseorang terus berubah (naik-turun) bergantung kedisiplinan dia dalam mengusahakan Penghasilan pasif dan mengelola Pengeluaran. Ukuran WR ini sangat penting dalam proses menuju kaya, karena dengan terus memantau ukuran ini kita punya panduan yang jelas untuk bertindak. Saya sendiri mendapat banyak manfaat dengan panduan WR ini. Suatu saat WR saya mencapai 0,4 lalu di saat lain karena kesalahan investasi (baca: pembelajaran, he..he..) kembali turun menjadi 0,15 (ngomong-ngomong, bagaimana WR Anda, masih nol ?). Jelas saya belum kaya, tapi saya yakin -selalu optimis- bahwa menjadi kaya itu sangat realistis dan dapat dilakukan oleh semua orang, tak peduli terlahir kaya atau miskin. Sejarah sudah membuktikan hal itu.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=41&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/29/cara-kaya-2-wealth-ratio-bigger-than-one/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/WealthRatio.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>CARA KAYA 1: Kuda dan Penunggang</title>
		<link>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/29/cara-kaya-1-kuda-dan-penunggang/</link>
		<comments>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/29/cara-kaya-1-kuda-dan-penunggang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 11:31:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nadhare</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Management]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Entreupreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Self Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudankalian.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[
Cara menjadi kaya yang pertama adalah menerima kebenaran. Terkadang kebenaran sungguh menyakitkan. Terima saja. Bukan kebenaran yang perlu kita ubah (apalagi dihindari), namun kita yang harus bersikap cerdik dan mengambil tanggung jawab.
Setelah mencermati buku Rich Dad Poor Dad dari Robert T. Kiyosaki yang terkenal itu, ada satu bagian filososfis yang menarik untuk diingat. Saya membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=40&subd=akudankalian&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/dsc_0854.jpg" alt="" /></p>
<p>Cara menjadi kaya yang pertama adalah menerima kebenaran. Terkadang kebenaran sungguh menyakitkan. Terima saja. Bukan kebenaran yang perlu kita ubah (apalagi dihindari), namun kita yang harus bersikap cerdik dan mengambil tanggung jawab.</p>
<p>Setelah mencermati buku Rich Dad Poor Dad dari Robert T. Kiyosaki yang terkenal itu, ada satu bagian filososfis yang menarik untuk diingat. Saya membuat gambar kartun tentang hal ini dan memasangnya di dinding ruang kerja agar selalu ingat. Kartun itu bergambar orang naik kuda (tepatnya naik seekor keledai), orang tersebut membawa tongkat yang di ujungnya ditalikan sebuah wortel, lalu diayun-ayunkan di depan kuda. Dengan demikian kuda akan berjalan maju berusaha meraih wortel, dan penunggang dapat mengarahkannya kemana dia ingin pergi.</p>
<p>Apa beda kuda dengan penunggang? Setelah waktu terus berjalan, penunggang akan sampai di tempat tujuan, sedangkan kuda hanya akan mendapat…wortel. Ini gambaran yang sangat sarkastis, tapi begitulah kebenaran memang sering menyakitkan. Terima saja.</p>
<p>Apa maksud gambar tersebut. Bila Anda seorang karyawan, maka setelah Anda bekerja sangat keras, di akhir bulan pemilik perusahaan akan mendapati sistem usahanya menjadi semakin bagus, dan mungkin laba makin naik. Karyawan hanya mendapat gaji. Setelah 20 tahun berjalan, pemilik (penunggang) akan mendapatkan perusahaan (sistem bisnis) dan kemudian pensiun dengan tenang, sementara karyawan (kuda) akan mendapat wortel sedikit lebih banyak (naik gaji), yang mungkin sudah dia habiskan di sepanjang jalan. Pemilik mendapatkan akumulasi dari usahanya (sampai di tempat tujuan), karyawan tidak mendapatkan akumulasi dari usahanya (hanya dapat wortel).</p>
<p>Pedih? Ya. Terima saja. Yang penting adalah bagaimana kita menyikapi dan bertanggung jawab untuk diri kita sendiri. Jangan salahkan penunggang Anda, karena dia sebenarnya juga adalah ‘kuda’ dari sistem yang lebih besar lagi! Kita semua ini adalah “kuda di atas kuda, penunggang di bawah penunggang”. Artinya secara bertingkat kita adalah kuda dari sistem yang lebih besar sekaligus penunggang dari sistem yang lebih kecil. Jadi kalau mau menyalahkan, salahkan diri sendiri kalau masih terus menerima menjadi kuda.</p>
<p>Tunggu sebentar, penunggang dan kuda belum tentu berwujud manusia. Penunggang pada tingkat makro salah satunya adalah ‘negara’. Negara menunggangi rakyatnya dengan mengambil pajak. Namun negara pun hanyalah kuda bagi para penunggang sesungguhnya yaitu para elite. Sebaliknya pada tingkat mikro ada kuda berbentuk mesin-mesin, rumah sewa, lahan kebun, air sumber listrik, dan sumber daya alam. Di setiap tingkatan ada penunggang dan kuda.</p>
<p>Mari bersedih, terima kebenaran bahwa kita ini kuda, lalu mari kita ambil tanggung jawab. Jadi, setelah kita sadar bahwa kita ini hanyalah kuda yang diperkuda, maka yang sebaiknya dilakukan adalah: mengambil wortel, memakannya hanya sebagian, lalu menggunakan sisanya untuk mengendalikan kuda lain. Artinya, di saat lain, si kuda berubah menjadi penunggang!</p>
<p>Ini berarti setelah Anda lelah bekerja sebulan penuh, sudah saatnya memikirkan kemana sebagian uang (wortel) gaji Anda akan diinvestasikan. Anda bisa gunakan uang itu untuk mempekerjakan orang lain, atau mempekerjakan mesin yang mengantar Anda menuju tujuan. Mereka yang hanya memakan habis gajinya ibarat kuda yang memakan habis jatah wortelnya. Bila terus demikian maka dia akan menjadi kuda seumur hidupnya! Inilah pola konsumtif yang dilakukan sebagian besar orang. Gajinya hanya habis untuk kebutuhan hidup dan bersenang-senang. Di usia senja, baru dia sadar bahwa dia tidak memiliki apapun. Sangat tragis.</p>
<p>Miskin saat muda hanyalah ketidaknyamanan.<br />
Miskin saat tua adalah tragedi.<br />
Coba sekarang Anda renungkan, apakah Anda masih sekedar kuda, atau sudah mulai menjadi penunggang? Atau lebih tragis lagi -celetuk Intan, rekan saya- hanya menjadi wortelnya?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/akudankalian.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/akudankalian.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudankalian.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudankalian.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudankalian.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudankalian.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudankalian.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudankalian.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudankalian.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudankalian.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudankalian.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudankalian.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudankalian.wordpress.com&blog=3186164&post=40&subd=akudankalian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudankalian.wordpress.com/2008/05/29/cara-kaya-1-kuda-dan-penunggang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc7fdc54556aa084c46c75867c7116b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nadhare</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i260.photobucket.com/albums/ii4/pojokstudio284/dsc_0854.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>